Man City vs Real Madrid: Saat The Citizens Usung Misi Remontada
Sudah satu dekade Man City dipimpin oleh orang yang sama. Plus sudah berjumpa Real Madrid di Liga Champions dalam lima musim beruntun, logis jika taktik Pep Guardiola kian terbaca.
Dalam catatan Fotmob di leg pertama, hanya dua pemain Man City yang diberi nilai 7. Sisanya berada di angka 5 atau 6 termasuk Erling Haaland yang mati kutu di lini depan.
Sedangkan kubu Real Madrid diberi nilai yang tinggi untuk nyaris seluruh pemainnya. Hanya Thiago Pitarch, starter yang diberi nilai 6.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hattrick Federico Valverde bukan pekerjaan seorang diri. Ada kombinasi kolektivitas dan kejeniusan individu dalam menyelesaikan peluang emas.
Benang merah dari setiap gol yang dilesakkan sang kapten adalah keputusan matang dalam mencari ruang. Gerak-gerik Valverde memancing Thibaut Courtois, Vinicius Junior, dan Brahim Diaz untuk memberi umpan kunci.
Dan dari tiga gol itu pula, terlihat jelas pola bertahan Man City tidak siap mencegah pergerakan tanpa bola dari lawan. Duet Ruben Dias dan Marc Guehi terlalu fokus ke arah bola bergulir sehingga bek kiri Nico O'Reilly pontang-panting meninggalkan posnya untuk berusaha membendung yang berujung kegagalan.
Pep Guardiola harus bisa meracik strategi baru untuk meredam Real Madrid. (REUTERS/Violeta Santos Moura) |
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa juga cakap mengatasi gaya dominan Man City. Saat The Citizens menguasai bola, Brahim Diaz dan kawan-kawan cenderung mengamankan zona alih-alih menerapkan high pressing.
Tak ada harapan bagi City jika masalah serupa kembali terulang. Guardiola perlu memberi komando kepada anak buahnya untuk bermain lebih cerdik terutama dalam memindai arah gerak lawan.
Opsi yang bisa dilakukan adalah mendepak Savinho yang tampil minor di leg pertama. Tempatnya di sayap kanan bisa ditugaskan untuk Antoine Semenyo.
Nico O'Rilley yang berposisi asli sebagai bek kiri bisa pula ditempatkan di lini tengah untuk mendampingi Rodri. Sebab sektor ini jadi bulan-bulanan di leg pertama karena Savinho yang kerap hilang dari posnya.
Kemudian di posisi bek kiri dapat ditempati oleh Rayan Ait Nouri. Intinya, Guardiola butuh inovasi untuk menghubungkan untaian yang tanggal pada laga sebelumnya.
Jika tak ada perkembangan dari segi permainan, City harus menerima kenyataan remontada yang gagal dan melepas tiket perempat final ke Real Madrid.
(ptr) Add
as a preferred source on Google
Pep Guardiola harus bisa meracik strategi baru untuk meredam Real Madrid. (REUTERS/Violeta Santos Moura)