Top 3 Sports: Veda Ega Inspirasi Asia, Pemain Naturalisasi Diganggu
Sedikitnya tiga berita olahraga nasional menjadi perhatian pembaca dalam 24 jam terakhir. Berikut top 3 sport CNN Indonesia.
Pujian yang dilayangkan media asal Eropa kepada Veda Ega Pratama, yang dianggap menginspirasi benua Asia, jadi perhatian utama, menjelang Moto3 di Amerika Serikat, akhir pekan ini.
Tak kalah jadi perhatian adalah gantung raketnya ratu badminton Eropa, Carolina Marin. Berikut ini tiga berita paling disorot pembaca CNN Indonesia pada Kamis (26/3) hingga Jumat (27/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Veda Ega Menginspirasi Benua Asia
Veda Ega Pratama dipuji media asal Eropa menjelang seri ketiga Moto32026 di Amerika dengan sebutan membangkitkan gairah benua Asia.
Analisis ini disampaikan ESPN melalui beberapa kanal media sosial setelah pria 17 tahun ini tampil apik dalam dua seri balapan musim ini. Performa Veda Ega mulai mencuri perhatian.
"Veda [Ega] Pratama menggebrak dunia Moto3 dan membangkitkan harapan tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga seluruh benua Asia yang tengah berupaya kembali merayakan kejayaan besar di dunia balap motor," tulis ESPN.
2. Pemain Naturalisasi Diganggu Klub Belanda
Pemain-pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang berkiprah di luar negeri mulai diganggu klub-klub Belanda statusnya.
Dean James, pemain yang membela Go Ahead Eagles, jadi kasus pertama. Status pemain berposisi bek kiri ini dipertanyakan saat tampil dalam Eredivisie musim ini.
NAC Breda yang memulai gangguan itu. Setelah kekalahan 0-6 dari Go Ahead pada 15 Maret lalu, NAC menggugat status James. NAC bahkan meminta pertandingan ulang.
3. Carolina Marin Resmi Gantung Raket
Ratu badminton asal Spanyol, Carolina Marin, resmi mengumumkan pensiun dari panggung bulutangkis internasional.
Kepastian itu disampaikan Carolina Marin lewat unggahan di akun media sosial pribadinya pada Selasa (26/3). Marin menyatakan kisahnya sebagai atlet sudah selesai.
"Perjalanan saya berakhir di sini. Terima kasih kepada kalian semua karena kalian juga telah menjadi bagian dari perjalanan saya," tulis Carolina Marin di X.
(abs) Add
as a preferred source on Google