Indonesia vs Bulgaria: Mampukah Garuda Akhiri 18 Tahun Puasa Gelar?
Sedikitnya ada dua catatan Timnas Indonesia dari laga melawan Saint Kitts and Nevis sebelum kontra Bulgaria di SUGBK, Senin (30/3).
Pemain serba bisa atau biasa disebut versatile, seolah jadi kebutuhan di era ini. Bek dituntut bisa menjadi sayap, winger, bahkan penyerang dan juga sebaliknya bagi striker.
Kevin Diks salah satunya. Pemain yang biasa bermain sebagai bek sayap kanan atau tengah ini bermain dengan garis tinggi; dominan menyerang, dalam laga pada Jumat (27/3) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ole Romeny, yang biasanya menjadi penyerang sayap atau pemain nomor sembilan, malah banyak beroperasi di tengah. Ia banyak membantu Jordi Amat yang ditempatkan sebagai gelandang. Hasilnya, menyumbang dua assist.
Sekilas, versatilitas yang dikonstruksi Herdman berbuah manis. Namun, ini bisa menjadi titik lemah jika percobaan seperti ini dilakukan saat melawan tim mapan seperti Bulgaria.
Sisi kanan misalnya, yang ditempati Diks, bisa menjadi lokasi eksploitasi. Keterlambatan Diks turun membantu pertahanan akan menjadi celah yang bisa berujung gol.
Percobaan Herdman memasang Calvin Verdonk sebagai gelandang bertahan juga kurang tepat sasaran. Verdonk seperti kehilangan daya dan gaya saat melawan Saint Kitts and Nevis.
Percobaan-percobaan tersebut kiranya perlu diakhiri saat melawan Bulgaria. Bukan anti-eksperimen, tetapi keseriusan menghadapi lawan asal Eropa berperingkat 80 besar dunia.
Kualitas Timnas Indonesia yang sesungguhnya, sebagaimana pikiran dan tubuh pemain dibangun saat berada di klub, ditampilkan. Potensi terbaik pemain dimunculkan.
Lini pertahanan Timnas Indonesia niscaya akan mendapat gempuran dari lawan, sehingga perlu soliditas. Kolektivitas kelompok. Kalau versatiitas yang dimajukan, ini bisa menjadi bom waktu.
Barisan depan juga butuh sentuhan. Romeny sebagai ujung tombak, butuh umpan-umpan matang. Siapa yang akan memberikan? Kalau cuma umpan silang jelas saja tidak cukup.
Ketiadaaan gelandang serang dalam skuad kali ini, absennya Thom Haye, menjadi celah. Siapa yang akan dipilih menjadi 'otak' atau 'profesor' Timnas Indonesia melawan Bulgaria?
Mari kita nanti racikan strategi Herdman. Gelar juara FIFA Series 2026 usai puasa prestasi selama 18 tahun, kiranya hanya bonus. Yang utama tentu performa membahagiakan Jay Idzes dan kawan-kawan di laga malam nanti.
(jal) Add
as a preferred source on Google
