ANALISIS

Real Madrid vs Bayern Munchen: Babad Separuh Abad Dua Raksasa Eropa

Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Selasa, 07 Apr 2026 07:45 WIB
Duel lawas Liga Champions antara Real Madrid dan Bayern Munchen bakal kembali terjadi saat Los Blancos sedang labil dan Die Roten cukup stabil.
Real Madrid mengalami masa pasang surut pada musim ini. (REUTERS/Violeta Santos Moura)
Jakarta, CNN Indonesia --

Duel Real Madrid vs Bayern Munchen di panggung Eropa sudah berlangsung sangat lama, 50 tahun tepatnya. Pertarungan dua raksasa ini akan kembali tersaji di leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026.

El Real berkesempatan jadi tuan rumah untuk laga perdana. Duel ini dijadwalkan bergulir di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu (8/4) dini hari WIB.

Real Madrid dan Bayern Munchen sudah berjumpa 28 kali. Momen duel pertama terjadi saat turnamen level tertinggi itu masih bertajuk UEFA European Cup di musim 1975/1976.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laga yang terjadi pada babak semifinal itu berbuah kemenangan untuk wakil Jerman. Kebetulan Bayern Munchen kala itu sedang jaya-jayanya. Terbukti dengan kembali menang di laga puncak sekaligus tiga kali beruntun merengkuh gelar juara level Eropa.

Lalu 50 tahun berselang, pergumulan Real Madrid vs Bayern Munchen terus terulang. Los Blancos sedikit lebih dominan dengan 13 kali menang sedangkan Die Roten mengemas 11 hasil maksimal. Sebanyak empat laga berakhir imbang.

Di sisi lain, tak bisa dimungkiri bahwa Real Madrid lebih digdaya dalam satu dekade ke belakang. Terakhir kali Bayern mampu unggul dalam pertempuran adalah di semifinal Liga Champions 2011/2012. Itu pun harus susah-payah ditentukan lewat adu penalti.

Selepas itu Bayern tak pernah lagi menang. Saat berjumpa Real Madrid di pentas Eropa, saat itu pula mimpi juara sirna.

Di titik inilah Bayern Munchen harus menghapus kutukan. Bisakah mereka melakukannya?

Rekam jejak tim asuhan Vincent Kompany jadi faktor penguat. Dari 43 laga yang dijalani Bayern di semua kompetisi musim ini, hanya dua kali Harry Kane dan kawan-kawan gigit jari akibat kekalahan.

Di Liga Champions pun demikian. Cuma satu kali Bayern kalah di Liga Champions musim ini. Hanya Arsenal yang mampu melakukannya.

Kengerian yang ditimbulkan Bayern berlanjut di babak 16 besar. Agregat 10-2 dalam dua leg kontra Atalanta jadi bukti keganasan raksasa Jerman.

Dengan catatan itu, logis jika Bayern lebih diunggulkan. Meski tak bisa dibantah, Real Madrid punya kesempatan pula untuk merebut kemenangan.

Baca lanjutan analisis ini di halaman selanjutnya>>>

Add as a preferred
source on Google
Los Blancos Labil, Die Roten Stabil BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2