Quadruple Hilang, 'Quad-Trouble' Datang Menghantui Arsenal
Setelah menelan dua kekalahan beruntun, Arsenal bisa merebut kemenangan di markas Sporting pada leg pertama perempat final Liga Champions. Meski The Gunners butuh gol Kai Havertz di menit akhir, setidaknya kemenangan itu membuat satu kaki Arsenal sudah ada di babak semifinal.
Namun mimpi buruk belum benar-benar berlalu. Arsenal kalah 1-2 dari Bournemouth dalam lanjutan Liga Inggris. Kekalahan itu membuat Manchester City kini memegang nasib mereka sendiri dalam perburuan gelar Liga Inggris, sejajar dengan Arsenal.
Kini, jauh setelah ambisi quadruple hilang, bayangan terburuk yaitu tanpa gelar justru datang. Bila benar-benar tak bisa menghadirkan satu pun gelar juara dari dua kompetisi tersisa, Arsenal jelas mendapat masalah besar. 'Quadruple' yang berarti empat gelar bisa dipelesetkan jadi 'quad-trouble' yang berarti Arsenal mendapat empat masalah dan gagal juara di empat kompetisi yang mereka ikuti hingga babak akhir tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di titik ini, Arsenal tak punya kesempatan untuk menenangkan diri sejenak, menghirup napas, dan beristirahat. Mereka sudah dinanti jadwal padat tanpa banyak jeda.
Di pertengahan pekan ini, Rabu (15/4) waktu setempat, Arsenal akan menghadapi Sporting pada leg kedua perempat final Liga Champions. Sejatinya, kemenangan di leg pertama sudah cukup bagi Arsenal untuk lebih percaya diri, tetapi fakta bahwa Arsenal hanya mencetak tiga gol dalam empat laga terakhir jelas patut dijadikan kekhawatiran besar.
Sudah lini depan tidak tajam seperti biasanya, lini belakang juga rapuh tak berdaya. Dua gol Bournemouth jadi gambaran jelas William Saliba dan Gabriel Magalhaes tidak tampil di level terbaik mereka.
Arsenal harus bisa mengatur ulang fokus di tengah jadwal padat. (Action Images via Reuters/Andrew Boyers) |
Dalam persiapan lawan Sporting, Arsenal juga akan 'diganggu' oleh duel lawan Manchester City yang sudah menunggu di akhir pekan. Tidak seperti Arsenal, Man City sudah tersingkir dari kompetisi Eropa sehingga kondisi mereka dipastikan lebih bugar di akhir pekan nanti.
Dalam bayangan-bayangan negatif yang mungkin ada di kepala, Mikel Arteta harus tampil sebagai pemimpin dan membawa Arsenal mengusir itu semua.
Arsenal masih pegang kuasa atas nasib mereka. Quadruple memang sudah hilang tetapi 'quad-trouble' belum tentu datang.
Arsenal masih bisa keluar sebagai pemenang. Tentunya dengan menyingkirkan beban berat, jauh lebih berat dibanding yang mereka alami di tahun-tahun sebelumnya bersama Arteta.
(jal) Add
as a preferred source on Google
Arsenal harus bisa mengatur ulang fokus di tengah jadwal padat. (Action Images via Reuters/Andrew Boyers)