2 Runner Up Beruntun, Timnas Futsal Indonesia Intip Piala Dunia
Dua turnamen krusial akan menanti dua tahun mendatang, Piala Asia Futsal dan Piala Dunia Futsal. Timnas Futsal Indonesia harus membentuk kekuatan sedini mungkin jika benar-benar ingin menerjang.
Sebab, dua ajang itu belum ada di genggaman tangan. Baik Piala Asia maupun Piala Dunia harus diraih lewat jalan panjang bernama kualifikasi. Ini bukan tugas mudah.
Piala Dunia Futsal 2028 dijadwalkan bergulir pada Oktober 2028. Sedangkan Piala Asia Futsal akan bergulir sebelum itu karena sekaligus jadi kualifikasi piala dunia itu sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya, fokus pertama Indonesia adalah sukses di Kualifikasi Piala Asia Futsal 2028. Dengan dua tahun waktu yang ada, maka wajar bagi Souto untuk memanaskan kuali lebih awal dalam menggodok skuad yang tebal.
Itu pula yang jadi alasan nama-nama baru bermunculan di timnas senior. Pasalnya, tak sedikit dari pemain dalam komposisi skuad di Piala Asia Futsal 2026 yang sudah berkepala tiga atau mendekati usia 30 tahun.
Regenerasi adalah kunci. Lima pemain debutan di Piala AFF Futsal 2026 berusia mulai 22 tahun. Setidaknya dalam dua tahun mendatang, para nama baru ini ada di puncak performa.
Daniel Yeimo sudah 22 tahun, lalu Imam Anshori 23 tahun, Andarias Kareth 26 tahun, Muhammad Sanjaya 26 tahun, dan Piter Everardus 27 tahun. Jika mampu konsisten, pemain-pemain ini cukup untuk proyeksi menuju 2028 mendatang.
Tak menutup kemungkinan pula ada nama baru yang bermunculan. Karena sudah tersusun rangkaian agenda tahun ini seperti Training Camp (TC) dan ujicoba pada Juli-Agustus dan Oktober, FIFA Matchday November dan Asian Indoor & Martial Arts Games pada Desember.
Barisan agenda ini dapat jadi laboratorium bagi Souto untuk mengorbitkan pemain baru sekaligus membentuk kerangka tim yang utuh. Diharapkan para pemain akan lebih siap mengarungi turnamen berikutnya pada 2027.
Selain itu, agenda yang sudah terjadwal untuk tim kategori usia juga dapat jadi batu pijakan menuju tim senior. Ada kans pula bagi para pemuda untuk bersinar lebih cepat dan dipanggil ke level tertinggi di tim nasional.
Ini pula yang jadi alasan bagi Souto --yang merangkap sebagai Direktur Teknik Federasi Futsal Indonesia (FFI)-- untuk turun gunung mencari talenta muda di penjuru Indonesia.
Dalam dua pekan ke depan, sosok asal Spanyol itu akan ke Papua dan Maluku untuk memimpin program deteksi talenta U-17. Wilayah Timur Indonesia dipandang jadi ladang tak terbatas dalam urusan bakat mengolah si kulit bundar.
Bagi futsal Indonesia, ini akan jadi perjalanan panjang yang melelahkan. Mungkin pula, tidak serta-merta ada gelar yang dihasilkan. Namun doa pecinta futsal Indonesia, selalu terpanjat agar bisa diwujudkan.
(ikw/rhr) Add
as a preferred source on Google