Grand Final Proliga 2026 Gunakan Sistem Three Winning Set
Tidak seperti edisi-edisi sebelumnya, Grand Final Proliga 2026 akan menggunakan sistem three winning set untuk penentuan juara.
Apa itu three winning set? Ini adalah format tiga pertandingan untuk penentuan gelar juara kompetisi. Jadi, laga grand final tidak hanya digelar sekali, tetapi tiga kali.
Wakil Ketua Proliga 2026, Reginald Nelwan, mengatakan, tiga pertandingan grand final tidak baku. Sang juara juga bisa dipastikan setelah melakoni dua pertandingan.
"Sekarang pertandingan final tahun ini akan menggunakan sistem three winning set yakni kedua tim bertanding tiga kali," Reginald dalam jumpa pers Grand Final Proliga 2026, Senin (20/4).
"Jika ada tim sudah menang dua kali, laga yang seharusnya tiga hari hanya berlangsung dua hari, tetapi jika hingga laga kedua berakhir 1-1, maka laga dilanjutkan hingga hari ketiga."
Grand Final Proliga 2026 akan mempertemukan Jakarta LavAni Livin' Transmedia versus Jakarta Bhayangkara Presisi dan Jakarta Pertamina Enduro kontra Gresik Phonska Plus.
Selain perebutan gelar juara, ada pula perebutan tempat ketiga. Tim yang akan bertanding adalah Garuda Jaya versus Surabaya Samator dan Jakarta Electric PLN kontra Jakarta Popsivo Polwan.
Perebutan perigkat ketiga akan berlangsung pada 21 hingga 23 April, sedangkan grand final pada 24 hingga 26 April. Semua pertandingan berlangsung di GOR Amongrogo, Yogyakarta.
Ofisial LavAni, John Zulfikar menyebut tim asuhan David Lee ini sudah siap tempur. "LavAni sudah siap untuk pertandingan ini. Seluruh pemain kami sudah siap tampil di final," kata John.
(abs/rhr)