Arsenal Main Duluan Dibanding Man City, Maksimal atau Sial?
Askar Fatih Robbani | CNN Indonesia
Jumat, 24 Apr 2026 08:10 WIB
Bagikan:
url telah tercopy
Arsenal punya kesempatan untuk kembali menekan Manchester City. (REUTERS/Scott Heppell)
Jakarta, CNN Indonesia --
Arsenalberkesempatan tampil lebih dulu dari Manchester City di dua laga Liga Inggris berikutnya. Dapat kesempatan main duluan, The Gunners bisa tampil maksimal atau menuai hasil sial?
Persaingan Arsenal dan Man City di puncak klasemen Liga Inggris musim ini memang tak pernah surut dari drama. Dua raksasa Premier League ini terus bertukar posisi, saling tikam poin demi poin.
Namun angin segar yang semula berhembus ke arah Emirates Stadium kini mulai berbalik arah ke Etihad Stadium. Pasukan Pep Guardiola perlahan tapi pasti mencuri takhta dari tangan Mikel Arteta.
Arsenal sejatinya kukuh di puncak klasemen sejak Oktober 2025 silam. Tapi kokohnya posisi itu ternyata tak bertahan selamanya.
Kekalahan tipis 1-2 dari Bournemouth pada 11 April lalu menjadi titik awal guncangan bagi The Gunners. Kala itu, Arsenal sebenarnya unggul dua pertandingan karena sudah memainkan 32 laga, sementara Man City baru 30 laga.
Andai menang lawan The Cherries, Arsenal bisa memberi tekanan dengan menciptakan selisih 12 poin di atas Man City. Sayang, peluang emas itu terbuang sia-sia.
The Citizens lalu memanfaatkan celah tersebut dengan sempurna. Mereka membekuk Chelsea 3-0 dan perlahan menggerogoti keunggulan Arsenal di klasemen.
Jarak yang semula menganga lebar perlahan menyempit. Arsenal mulai merasa ketar-ketir.
Puncaknya adalah duel langsung kedua tim pada 19 April lalu yang berakhir 2-1 untuk kemenangan Man City. Arsenal pun hanya unggul tiga angka dengan jumlah satu laga lebih banyak.
Man City kemudian menutup selisih poin sekaligus sisa laga itu saat menghadapi Burnley pada 23 April. Menang tipis 1-0 lewat gol tunggal Erling Haaland, cukup untuk menggeser Arsenal dari takhta tertinggi.
Dengan komposisi 33 laga yang sama, Arsenal dan Man City kini mengoleksi poin identik: 70. Begitu juga selisih gol antara kedua tim yang serupa, 37. Namun The Citizens unggul produktivitas gol, 66 berbanding 63 milik The Gunners.
Selisih tipis produktivitas gol itulah yang menempatkan Man City di posisi pertama dan Arsenal lengser ke urutan kedua.
Dari sinilah tim besutan Mikel Arteta harus memutar otak lebih keras. Tersisa lima laga di Liga Inggris musim ini, dan waktu terus berjalan tanpa kompromi.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Menuju rangkaian lima laga tersisa itu, Arsenal justru "diberi kesempatan" untuk main lebih dulu di dua laga berikutnya. The Gunners akan kembali mengungguli jumlah pertandingan The Citizens.
Dua laga Liga Inggris terdekat Arsenal adalah menjamu Newcastle United (25/4) dan Fulham (2/5) di Emirates Stadium. Saat Arsenal merampungkan 35 pertandingan pada 2 Mei, Man City masih akan menyimpan dua laga.
Man City baru akan memainkan laga ke-34 melawan Everton pada 5 Mei, setelah lebih dulu menjamu Southampton di semifinal Piala FA pada 25 April. Artinya ada jendela waktu bagi Arsenal untuk kembali menekan Man City.
Namun kemenangan saja tak cukup bagi Martin Odegaard dkk. Lantaran poin yang sama dan kalah produktivitas gol, Arsenal wajib menang besar di dua laga ke depan agar bisa melesat jauh dari ancaman The Citizens.
Melawan Newcastle pada 25 April, kemenangan besar harus menjadi peluru pertama yang dilesakkan "sang Meriam". Itu pula yang akan memberi sinyal kepada Man City bahwa Arsenal belum menyerah.
Laga berikutnya kontra Fulham pada 2 Mei pun tak boleh dilewatkan dengan hasil setengah-setengah. Kemenangan besar atas Fulham di kandang sendiri akan menjadi tekanan mental tersendiri bagi Man City saat mengejar ketertinggalan pertandingan.
Arsenal dan Manchester City saat ini punya poin dan selisih gol yang sama. (REUTERS/TONY O BRIEN)
Man City sendiri baru akan menyamai jumlah laga Arsenal kala menghadapi Everton (5/5) dan Brentford (9/5).
Namun ada satu ganjalan yang tak bisa diabaikan Arsenal dalam perjalanan tersebut. Adalah semifinal Liga Champions kontra Atletico Madrid yang digelar pada (30/4) pukul 02.00 WIB, atau (29/4) pukul 21.00 waktu Madrid.
Usai berduel keras di Spanyol, Declan Rice cs harus langsung kembali ke London untuk menghadapi Fulham pada (2/5) pukul 23.30 WIB atau jam 17.30 waktu London Utara.
Arsenal praktis hanya punya waktu satu hari penuh untuk beristirahat di antara dua laga krusial itu.
Situasi ini seakan menjadi deja vu bagi The Gunners. Beberapa waktu sebelumnya pun mereka sempat unggul jumlah pertandingan atas Man City, tapi gagal memaksimalkan momen saat tumbang di tangan Bournemouth.
Ramuan taktik Mikel Arteta di fase-fase krusial ini akan jadi kunci jawaban. Pelatih asal Spanyol itu dituntut meramu strategi yang menjaga kebugaran tim sekaligus mempertahankan ketajaman di depan gawang lawan.
Arsenal memang berkesempatan untuk main lebih awal dan kembali memimpin klasemen sementara. Namun di sinilah ujian sesungguhnya dimulai. Apakah main duluan benar-benar jadi batu loncatan, atau malah kembali jadi batu sandungan?