ANALISIS

Arsenal Main Duluan Dibanding Man City, Maksimal atau Sial?

Askar Fatih Robbani | CNN Indonesia
Jumat, 24 Apr 2026 08:10 WIB
Arsenal berkesempatan tampil lebih dulu dari Manchester City di dua laga Liga Inggris berikutnya. The Gunners bisa tampil maksimal atau bernasib sial?
Declan Rice dan kawan-kawan bakal main lebih dulu dibanding Man City. (Action Images via Reuters/Andrew Boyers)

Menuju rangkaian lima laga tersisa itu, Arsenal justru "diberi kesempatan" untuk main lebih dulu di dua laga berikutnya. The Gunners akan kembali mengungguli jumlah pertandingan The Citizens.

Dua laga Liga Inggris terdekat Arsenal adalah menjamu Newcastle United (25/4) dan Fulham (2/5) di Emirates Stadium. Saat Arsenal merampungkan 35 pertandingan pada 2 Mei, Man City masih akan menyimpan dua laga.

Man City baru akan memainkan laga ke-34 melawan Everton pada 5 Mei, setelah lebih dulu menjamu Southampton di semifinal Piala FA pada 25 April. Artinya ada jendela waktu bagi Arsenal untuk kembali menekan Man City.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun kemenangan saja tak cukup bagi Martin Odegaard dkk. Lantaran poin yang sama dan kalah produktivitas gol, Arsenal wajib menang besar di dua laga ke depan agar bisa melesat jauh dari ancaman The Citizens.

Melawan Newcastle pada 25 April, kemenangan besar harus menjadi peluru pertama yang dilesakkan "sang Meriam". Itu pula yang akan memberi sinyal kepada Man City bahwa Arsenal belum menyerah.

Laga berikutnya kontra Fulham pada 2 Mei pun tak boleh dilewatkan dengan hasil setengah-setengah. Kemenangan besar atas Fulham di kandang sendiri akan menjadi tekanan mental tersendiri bagi Man City saat mengejar ketertinggalan pertandingan.

Soccer Football - FA Cup - Quarter Final - Southampton v Arsenal - St Mary's Stadium, Southampton, Britain - April 4, 2026 Arsenal's Viktor Gyokeres celebrates scoring their first goal with Riccardo Calafiori REUTERS/Tony O BrienArsenal dan Manchester City saat ini punya poin dan selisih gol yang sama. (REUTERS/TONY O BRIEN)

Man City sendiri baru akan menyamai jumlah laga Arsenal kala menghadapi Everton (5/5) dan Brentford (9/5).

Namun ada satu ganjalan yang tak bisa diabaikan Arsenal dalam perjalanan tersebut. Adalah semifinal Liga Champions kontra Atletico Madrid yang digelar pada (30/4) pukul 02.00 WIB, atau (29/4) pukul 21.00 waktu Madrid.

Usai berduel keras di Spanyol, Declan Rice cs harus langsung kembali ke London untuk menghadapi Fulham pada (2/5) pukul 23.30 WIB atau jam 17.30 waktu London Utara.

Arsenal praktis hanya punya waktu satu hari penuh untuk beristirahat di antara dua laga krusial itu.

Situasi ini seakan menjadi deja vu bagi The Gunners. Beberapa waktu sebelumnya pun mereka sempat unggul jumlah pertandingan atas Man City, tapi gagal memaksimalkan momen saat tumbang di tangan Bournemouth.

Ramuan taktik Mikel Arteta di fase-fase krusial ini akan jadi kunci jawaban. Pelatih asal Spanyol itu dituntut meramu strategi yang menjaga kebugaran tim sekaligus mempertahankan ketajaman di depan gawang lawan.

Arsenal memang berkesempatan untuk main lebih awal dan kembali memimpin klasemen sementara. Namun di sinilah ujian sesungguhnya dimulai. Apakah main duluan benar-benar jadi batu loncatan, atau malah kembali jadi batu sandungan?

(ptr) Add as a preferred
source on Google

HALAMAN:
1 2