Rapor Merah untuk Indonesia yang Muram di Thomas Cup 2026
Bila berbicara peringkat BWF, seluruh tunggal Prancis punya posisi lebih baik dari tiap pebulutangkis yang jadi lawan mereka. Namun bukan berarti perbedaan yang ada benar-benar signifikan.
Sejatinya, peluang duel tiga partai tunggal yang dimainkan adalah 50-50. Jonatan hanya berjarak satu posisi dari Christo Popov, Alwi Farhan satu angkatan dengan Alex Lanier sejak junior, dan Anthony Ginting peringkatnya merosot lantaran faktor cedera panjang yang sempat dialaminya tahun lalu.
Dari rekor pertemuan sebelum laga Thomas Cup 2026, Jonatan tertinggal 1-2 dari Christo Popov, Alwi vs Lanier 2-2, dan Ginting vs Toma Junior Popov juga imbang 2-2. Jelas menggambarkan peluang yang ada sejatinya 50-50.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalah yang kemudian terjadi adalah, tidak ada satu pun dari tiga duel 50-50 itu yang bisa dimenangkan oleh Indonesia. Strategi Prancis untuk menekan berhasil tanpa Indonesia bisa mencegahnya.
Jonatan hanya bisa memberikan perlawanan sengit di gim pertama. Setelah kalah tipis di gim pembuka, Jonatan tak bisa berbuat apa-apa di gim berikutnya.
Alwi Farhan datang ke lapangan tanpa membawa dirinya yang dikenal banyak orang. Alwi Farhan bermain diiringi dengan banyak kekhawatiran dan rasa gugup berlebihan.
Alwi Farhan tidak bisa menampilkan permainan seperti yang biasa ia lakukan karena berlaga dalam kondisi tertekan. (Arsip PBSI) |
Bayangan Indonesia tertinggal 0-1 sudah membuat langkah Alwi Farhan terlihat berat di lapangan. Alwi yang percaya diri, di laga itu seperti hilang ditelan bumi.
Hanya ada kilatan penampilan bagus Alwi di pengujung gim kedua. Namun hal itu terlambat setelah Alwi Farhan mati langkah terkena tipuan deception shot dari Lanier.
Masuk ke laga ketiga, Anthony Ginting sempat memberikan harapan. Ia terlihat bisa tampil tanpa terbebani fakta Indonesia sedang ketinggalan 0-2.
Gim pertama dimenangkan Ginting dengan 22-20 meski sempat dilalui drama nyaris tersusul dan terkena comeback. Masalah kemudian terlihat di gim kedua.
Ginting tidak bisa menampilkan permainan seperti halnya di gim pertama di sisi lapangan yang ia mainkan di gim kedua. Ginting kalah di gim kedua dan kemudian laga harus ditentukan lewat gim ketiga.
Hal serupa kembali tergambar jelas di gim ketiga. Di sisi lapangan yang ia tempati seperti halnya di gim pertama, Ginting bisa unggul 11-6.
Namun begitu pindah ke sisi lapangan yang ditempati di gim kedua, Ginting mulai tersusul oleh Toma Junior Popov. Belum lagi ditambah insiden Ginting yang terjatuh yang membuatnya sempat mengalami kram.
Ginting menghidupkan harapan besar ketika ia mendapat match point di angka 20-19. Namun frasa 'nyaris menang' tidaklah berarti apa-apa dan tidak akan berwujud tambahan satu angka bagi Indonesia.
Anthony Ginting tak berhasil menyelesaikan kesempatan match point yang ia dapat, yang mungkin bisa mengubah alur pertandingan Indonesia vs Prancis. (Arsip PBSI) |
Dalam kondisi 0-3, Indonesia sudah dipastikan kalah dari Prancis. Tetapi Indonesia belum tersingkir dari Thomas Cup 2026. Indonesia masih bisa lolos asal memenangkan dua partai ganda yang tersisa.
Namun sepertinya situasi di lapangan dan angin kemenangan sudah terlalu kencang berembus ke kubu Prancis. Adam/Rossi tak lagi mempedulikan rekor pertemuan saat mereka kalah di dua laga sebelumnya.
Yang ada di pikiran mereka, kemenangan yang bisa mereka buat akan mengantar Prancis mencatat sejarah besar. Hal itulah yang kemudian diwujudkan Adam/Rossi dengan benar. Keunggulan 4-0 untuk sementara sudah cukup untuk mengunci tiket perempat final bagi Prancis. Mimpi indah yang terwujud bagi Prancis adalah mimpi buruk yang hadir di depan nyata bagi Indonesia.
Aura kesedihan yang terlihat dari Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri saat menjalani pertandingan kelima saat mereka mengalahkan Popov bersaudara seolah melengkapi gambaran kesedihan dan penderitaan Indonesia.
Ini adalah kegagalan yang harus benar-benar diakui oleh Tim Indonesia dan PBSI. Tanpa ada hal yang bisa diajukan sebagai pembelaan diri.
Tim Indonesia, dari segi prestasi individual, memang sedang tidak meyakinkan. Harapan meraih gelar juara Thomas Cup tahun ini juga masih bisa diperdebatkan. Namun terhenti di fase grup, saat Indonesia berstatus sebagai unggulan kedua, mutlak merupakan sebuah kegagalan.
(nva) Add
as a preferred source on Google
Alwi Farhan tidak bisa menampilkan permainan seperti yang biasa ia lakukan karena berlaga dalam kondisi tertekan. (Arsip PBSI)
Anthony Ginting tak berhasil menyelesaikan kesempatan match point yang ia dapat, yang mungkin bisa mengubah alur pertandingan Indonesia vs Prancis. (Arsip PBSI)