Bayern vs PSG di Leg Dua, Bakal Mengulang Absolute Cinema?
Sajian laga menarik bertabur gol tentu jadi ekspektasi publik. Buat Bayern dan PSG, fokus mereka hanya ingin menyikut lawan demi lolos ke final. Bagi kedua kubu, duel ini adalah penentu.
Dalam konteks komposisi, PSG lebih rugi. Secara jumlah, tim asuhan Luis Enrique memang lebih sedikit pemain yang cedera. Namun mereka yang diperkirakan absen seperti Lucas Hernandez dan Achraf Hakimi merupakan pemain vital.
Begitu juga dengan Lucas Chevalier di pos penjaga gawang. Kehadiran Matvey Safonov diharapkan bisa menyetop bombardir striker ganas Die Roten.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, Kembalinya Vitinha ke kondisi prima jadi angin segar. Gelandang cerdik asal Portugal itu bisa kembali berduet dengan Joao Neves sekaligus memberi kesempatan bagi Warren Zaire-Emery untuk membantu tambalan lini pertahanan.
Sementara di kubu Bayern, beberapa nama penting seperti Serge Gnabry dan Rahael Guerreiro diperkirakan bakal menepi. Namun ini bukan persoalan karena skuad besutan Vincent Kompany punya stok pemain kreatif melimpah.
Alhasil, FC Hollywood bisa fokus dalam mengandalkan sisi sayap dalam membangun serangan. Trisula Luis Diaz, Michael Olise, dan Harry Kane jadi tiga ujung tombak paling ganas musim ini di seantero Eropa.
Mereka sudah mencatat 106 gol musim ini di semua kompetisi. Angka itu membuat trisula ini sejajar dengan era MSN (Messi, Suarez, Neymar) dan BBC (Bale, Benzema, Cristiano) yang mempersembahkan lebih dari 100 gol dalam satu musim.
Eksistensi lini depan yang dimiliki Bayern Munchen harus disadari betul oleh PSG. Bermain rapat di lini belakang bakal jadi langkah bijak untuk mempertahankan keunggulan.
Duet Willian Pacho dan Marquinhos di jantung pertahanan wajib disiplin. Ini karena lini belakang PSG bukan dalam kekuatan penuh dengan absennya Hakimi.
Dengan kondisi ketinggalan agregat, diprediksi kuat Bayern bakal habis-habisan sejak menit awal. Jika tak awas dalam membendung serangan, PSG sebagai tim tamu bisa kewalahan.
PSG bisa keluar dari tradisi dengan main ekstra rapat atau populer disebut parkir bus. Atau Enrique dapat memerintahkan anak buahnya untuk mengambil jalur bahaya dengan menyerang habis-habisan. Kebetulan kekuatan utama Les Parisiens saat ini ada di lini depan.
Tapi, agaknya Bayern Munchen sadar betul titik lemah PSG di tengah kondisi lini belakang yang kian lapuk. Keadaan ini bisa memperbesar kans comeback epik digoreskan oleh wakil Jerman.
(nva) Add
as a preferred source on Google