ANALISIS

Persija vs Persib: Pusaran "Butterfly Effect" Persaingan Juara Liga

Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Sabtu, 09 Mei 2026 10:10 WIB
Duel Persija vs Persib pada pekan ke-23 Super League 2025/2026 menciptakan ketegangan layaknya film Butterfly Effect dengan empat skenario terbuka.
Persib harus mengalahkan Persija agar peluang hattrick juara liga tetap terbuka. (CNN Indonesia/Mundri Winanto)

Sudah empat musim beruntun dalam tujuh tahun Persija harus menumpang ke stadion tim lain untuk menjamu Persib. Bagi tuan rumah, situasi ini nampak merugikan.

Bukan tanpa sebab, Persija hanya menang satu kali saat menyambut Persib di tempat netral. Itu terjadi pada Liga 1 2022/2023 dengan skor 2-0 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi.

Sisanya, tiga pertandingan, tak maksimal bagi Macan Kemayoran. Ada satu kekalahan dan dua imbang saat keadaan memaksa tim ibukota tergusur dari rumahnya. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi Persib yang berstatus tim tamu, bertanding bukan pada tempat yang seharusnya juga bisa merugikan. Apalagi sedang berusaha mengincar hattrick juara. Bagaimanapun Samarinda bukan tempat yang dekat.

Belum lagi Persib harus kembali bertandang ke markas PSM Makassar di Stadion Gelora B.J. Habibie pekan selanjutnya. Lokasi arena yang berada di Parepare berjarak lebih dari 150 kilometer dari pusat kota Makassar.

Kondisi fisik pemain jadi kunci. Menempuh jarak jauh dalam waktu berdekatan harus jadi perhatian sang pelatih, Bojan Hodak. Belum lagi persoalan cedera yang mengintai pemain.

Dua pemain andalan, Marc Klok dan Eliano Reijnders, belum prima sepenuhnya. Dalam pernyataan teranyar kepada awak media, Hodak hendak memastikan kondisi dua anak buahnya itu. 

Kondisi lebih apes dialami Persija setelah Andritany Ardhiyasa absen dalam sesi latihan terbuka pada Kamis (7/5). Ada kemungkinan posisi kiper ditempati Cyrus Margono, meski belum moncer betul.

Begitu juga lini depan, Mauro Zijlstra harus menepi hingga dua bulan akibat cedera otot. Gustavo Almeida juga demikian. Alhasil Eksel Runtukahu yang jadi tumpuan.

Beruntung Eksel nyetel sedikit demi sedikit. Dalam tujuh laga beruntun, striker 27 tahun itu membukukan dua gol dan satu assist. Jika bola mengalirinya, Persib bisa jadi korban berikutnya.

Dengan kenyataan tim yang sama-sama punya pemain penting, tapi cedera, tak terhindarkan bakal ada utak-atik taktik. Tinggal siapa paling matang di gelanggang yang akan menang.

(abs/jun) Add as a preferred
source on Google

HALAMAN:
1 2