10 Tim SMA Indonesia Bersaing untuk Lolos ke Kejuaraan Asia Pasifik

CNN Indonesia
Senin, 11 Mei 2026 21:07 WIB
10 SMA di Jakarta bakal bersaing untuk memperebutkan kesempatan tampil di Kejuaraan Asia Pasifik. (CNN Indonesia/Muhammad Ikhwanuddin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 10 tim basket dari delapan sekolah se-Indonesia akan memperebutkan tiket tampil di Kejuaraan Asia Pasifik lewat High School Basketball Championship (HSBC) 2026.

Ajang ini akan berlangsung di MS Sport Arena, Tangerang Selatan pada 13-17 Mei 2026. Di sektor putra ada tujuh tim sedangkan di putri ada tiga tim yang berkompetisi.

Masing-masing juara dari setiap sektor berhak mendapat tiket tampil di turnamen Kejuaraan Asia Pasifik yang berlangsung di Singapura pada 22-28 Juni 2026.

Adapun peserta dari HSBC 2026 untuk kategori putra adalah Jubilee School Jakarta, SMA Pangudi Luhur Jakarta, Sekolah Bina Tunas Bangsa Jakarta, SMA 1 PSKD Jakarta, SMA Surabaya Cambridge School, SMA Cita Hati Christian School Surabaya, SMA Mighty Olifant Yogyakarta.

Sedangkan nomor putri akan diikuti oleh Jubilee School Jakarta, SMA 1 PSKD Jakarta, dan SMA BPK Penabur Cirebon.

Perwakilan Panitia Penyelenggara High School Basketball Championship 2026, Murni Setionegoro menegaskan pihaknya ingin mendorong sekolah Indonesia untuk berpentas di panggung internasional lewat bola basket.

"Kami ingin menyuarakan sekolah Indonesia untuk berkompetisi di Asia Pasiifk. Semoga ini jadi semangat bagi sekolah-sekolah untuk meningkatkan kualitas tim bola basketnya," kata Murni dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (11/5).

Murni menyampaikan, HSBC 2026 masih menerapkan sistem undangan yang berbasis seleksi mandiri dari performa tim basket sekolah di ajang lain.

"Untuk tahun ini, kami mengundang juara tahun lalu seperti Jubilee dan Penabur Cirebon. Harapannya di setiap tahun yang akan dilaksanakan akan berjalan semakin baik lagi," ucapnya.

Sedangkan Wakil Sekretaris Jenderal Perbasi, Ratana Arya Krishnan menyampaikan dukungan federasi terhadap HSBC 2026. Menurutnya, atlet muda harus banyak diberi kesempatan tanpa memusingkan rentetan gelar.

"Perbasi ingin terus memberi jalan untuk memicu diri giat berlatih. Turnamen dan kesempatan itu ada banyak yang bisa diikuti. Tapi soal gagal atau berhasil nomor dua, tapi yang penting adalah kesempatan bertanding," ujar dia.

(ikw/ptr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK