Piala Dunia 1958: Pele dan Titik Awal Dominasi Brasil
Di final, Swedia yang dilatih pelatih asal Inggris, George Raynor, memberikan teror lebih awal. Liedholm mencetak gol pembuka di menit keempat. Gol cepat itu sempat mengonfirmasi prediksi Raynor bahwa Brasil akan "panik" jika tertinggal lebih dulu.
Prediksi itu meleset total. Lima menit kemudian Vava menyamakan kedudukan lewat sundulan dari umpan Garrincha, lalu mengulang cara yang sama di menit ke-32 untuk membawa Brasil unggul 2-1.
Babak kedua menjadi milik Pele sepenuhnya. Pada menit ke-55, ia menerima umpan lambung, mengontrolnya dengan dada, mengangkat bola melewati seorang bek, lalu menghantamnya dengan sepakan voli. Gol indah itu seakan mengisyaratkan calon legenda sudah lahir dari Negeri Samba.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mario Zagallo kemudian menambah gol keempat setelah menyambut bola rebound dari titik korner. Di pengujung laga, Pele menutup kemenangan 5-2 dengan sundulan yang lahir dari sodoran Zagallo.
Brasil menjadi tim Benua Amerika pertama yang memenangkan Piala Dunia di tanah Eropa.
"Saya baru berusia 17 tahun. Saya mencetak dua gol di final Piala Dunia. Saya menjadi juara dunia. Raja Swedia turun untuk memeluk dan memuji saya," kata Pele dilansir dari situs FIFA.
"Hal-hal seperti itu tidak terjadi pada seorang anak lelaki berusia 17 tahun."
Kemenangan di Swedia 1958 itu jadi yang pertama dari lima trofi Piala Dunia Brasil. Tim Samba lalu melanjutkan tren juara pada 1962, 1970, 1994, dan 2002.
Torehan lima gelar itu menjadikan Brasil negara dengan koleksi trofi Piala Dunia terbanyak sepanjang sejarah. Rekor tersebut belum disamai negara mana pun hingga hari ini.
(afr/afr/rhr) Add
as a preferred source on Google