MotoGP Catalunya: Bezzecchi Akui Terkena Pecahan Motor Alex Marquez
Pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi, mengakui terkena serpihan motor Alex Marquez saat kecelakaan dalam MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Catalunya, akhir pekan lalu.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai sejumlah insiden mengerikan. Selain Alex Marquez yang kecelakaan horor, ada juga Johan Zarco yang crash dengan menakutkan.
Alex Marquez kecelakaan pada Lap 12 karena menabrak motor Pedro Acosta, sehingga red flag berkibar. Setelah restart, giliran Johann Zarco yang crash pada Lap 1.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marco Bezzecchi yang start dari posisi ke-12 berada cukup jauh dari barisan depan ketika insiden terjadi pada Alex Marquez. Meski begitu Bezzecchi mengaku merasakan terkena serpihan motor Desmosedici Alex yang hancur karena kecelakaan itu.
"Jika semuanya berakhir dengan baik, kita bisa menganggap diri kita benar-benar beruntung, terutama dengan apa yang terjadi pada Alex, karena kecelakaannya adalah salah satu dari kecelakaan yang benar-benar parah, dan itu menciptakan situasi berbahaya bagi semua orang di lintasan, karena semua pecahan motor yang sayangnya tidak bisa terkontrol," ujar Bezzecchi dikutip dari AS.
"Saya cukup jauh di belakang dan terkena beberapa pecahan, jadi saya tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya jika berada lebih dekat, seperti Diggia (Fabio Di Giannantonio). Selain balapan saya, untungnya semuanya yang lain baik-baik saja," ucap Bezzecchi menambahkan.
Bezzecchi sendiri finis kelima dalam MotoGP Catalunya 2026. Akan tetapi akhirnya pemuncak klasemen MotoGP 2026 itu finis keempat karena Joan Mir terkenal penalti tekanan ban.
Pembalap 27 tahun itu terguncang dengan kecelakaan Alex Marquez dan Johann Zarco di Catalunya, sehingga seperti tidak peduli dengan hasil pada seri keenam MotoGP 2026 tersebut.
"Hari yang sulit. Tentu saja, terlepas dari balapan, balapan saya, secara keseluruhan ini sulit karena situasinya."
"Pertama-tama, saya harap semuanya baik-baik saja dengan Alex, karena kecelakaannya sangat mengerikan. Dan kemudian dengan Johann, karena kecelakaannya di Tikungan 1 juga mengerikan," tutur Bezzecchi.
(sry/rhr) Add
as a preferred source on Google