ANALISIS

Freiburg vs Aston Villa: Asa The Villans Lepas Dahaga 44 Tahun

Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Rabu, 20 Mei 2026 14:09 WIB
Freiburg vs Aston Villa: Asa The Villans Lepas Dahaga 44 Tahun
Foto: AFP/SILAS STEIN

Aston Villa menatap laga pemungkas dengan persiapan kurang bernas. Sedangkan Freiburg menyongsong final kontinental pertama dengan kepercayaan diri plus tanpa beban di hadapan.

Faktor pendukung Freiburg bisa maksimal adalah kehadiran Vincenzo Grifo, top skor sepanjang masa untuk klub. Eksistensi bomber 33 tahun itu masih diperhitungkan untuk berdiri di garda terdepan.

Musim 2025/2026 adalah salah satu momen produktif dalam karier pemain keturunan Italia itu. Sudah 14 gol ditorehkan dari total 52 pertandingan. Terakhir kali Grifo rajin menyekor terjadi pada musim 2022/2023 dengan 17 gol.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski mengandalkan striker veteran, Freiburg menjadikan barisan pemuda sebagai tulang punggung kekuatan. Sang kiper, Noah Atubolu jadi tumpuan solid di berbagai pentas meski baru 23 tahun.

Di pos bek tengah, Bruno Ogbus juga demikian. Pemain 20 tahun itu tangguh pada setiap tanggung jawab. Hal senada juga dialami oleh Johan Manzambi (20 tahun) dengan peran sentral di lini tengah.

Peran sang arsitek, Julian Schuster jadi kunci. Sosok 41 tahun itu merupakan pelatih bentukan ekosistem Freiburg. Merintis dari asisten, Schuster sempat berperan sebagai pemandu bakat sebelum promosi sebagai pelatih kepala di tim utama.

Alhasil Schuster tahu betul karakter tim dan pemain binaannya. Kolektivitas jadi DNA Freiburg selama ditanganinya dua musim terakhir. Di sini letak bahaya bagi Aston Villa.

Pasalnya, Aston Villa harus berkutat dengan pemain cedera. Amadou Onana diperkirakan masih harus menepi karena masalah betis dari leg pertama semifinal. Victor Lindelof diproyeksikan sudah bisa kembali merumput meski digusur ke lini tengah alih-alih sebagai bek.

Beruntung Aston Villa punya deretan pemain berkelas. Ujung tombak Ollie Watkins bakal mendapat pasokan bola nyaman dari John McGinn plus gebrakan Morgan Rogers dan Emiliano Buendia.

Nama-nama berikut diprediksi bakal membuat lawan kerepotan. Karenanya, Freiburg perlu menjinakkan Aston Villa dengan kolektivitas dalam bertahan sekaligus mencari peluang untuk menyerang.

Pola 4-2-1-3 diracik Schuster terpasang lebih rapat sehingga memudahkan aliran bola datar bergulir dalam membangun serangan. Pakem ini efektif menumbangkan pesaing berat di Liga Europa hingga menembus partai final.

Aston Villa adalah ujian terakhir pembuktian Freiburg beserta kejeniusan Schuster di Liga Europa. Akankah trofi juara jadi buahnya?

(sry) Add as a preferred
source on Google

HALAMAN:
1 2