Prancis di Piala Dunia Bertabur Bintang, Siap jadi Pemenang?
Timnas Prancis sempat mendobrak kutukan juara Piala Dunia akan ambruk di edisi berikutnya. Pada edisi kali ini, apakah mereka tetap top atau justru flop?
Berstatus juara di Piala Dunia 2018, Prancis justru tetap ganas di Piala Dunia 2022. Lolos ke babak final jadi buktinya. Andai saja tak tumbang dalam adu penalti, mereka bisa kembali duduk di singgasana.
Prancis sebenarnya pernah hancur lebur pada 2002 setelah juara Piala Dunia 1998. Setelah itu, kutukan seperti menghantui para penyabet gelar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ambil contoh penampilan Jerman di Piala Dunia 2018 setelah juara pada edisi 2014. Begitu juga dengan Spanyol di Piala Dunia 2014 usai kampiun pada 2010.
Tapi cerita berbeda terjadi di Piala Dunia 2022. Dengan materi nampak belum ada habisnya, tak menutup kemungkinan Les Bleus kembali berjaya.
Di satu sisi, mereka harus melewati sengitnya babak penyisihan. Di Grup I, Kylian Mbappe dan kawan-kawan akan bersaing dengan Senegal, Irak, dan Norwegia.
Senegal berstatus juara Piala Afrika 2025. Sedangkan Irak adalah salah satu raksasa di Asia. Sementara Norwegia punya pemain top seperti Maartin Odegaard, Alexander Sorloth, dan Erling Haaland.
Prancis perlu jadi juara Grup I untuk mengamankan tiket lolos langsung ke fase gugur sekaligus berpotensi melawan tim 'medioker' dari peringkat ketiga Grup C, D, F, G, atau H.
Sebab jika jadi runner-up, maka akan menghadapi peringkat kedua Grup E dengan peserta besar seperti Jerman, Ekuador, dan Pantai Gading.
Terlebih jika Prancis finis di peringkat ketiga. Sudah belum pasti lolos babak 32 besar, kalaupun melaju bakal menghadapi juara Grup D, L, B, atau K.
Langkah menghadapi dua lawan pada sesi FIFA Matchday Juni 2026 adalah keputusan tepat. Terlebih berhadapan dengan Pantai Gading dan Irlandia Utara sebagai tim potensial dari masing-masing benua. Dua laga tersebut jadi kesempatan bagi Deschamps untuk meracik formula terbaik.
(jal) Add
as a preferred source on Google