Gol 'Tangan Tuhan' Maradona di Balik Argentina Juara Piala Dunia 1986
Tiga menit kemudian, Diego Maradona membuktikan kelasnya dengan cara yang berbeda. Ia menerima bola dari lini tengah, lalu meliuk-liuk melewati empat pemain Inggris sebelum masuk ke kotak penalti dan menundukkan Peter Shilton.
Inggris sempat memperkecil ketertinggalan lewat Gary Lineker setelah masuknya John Barnes. Namun Argentina mempertahankan kemenangan 2-1 dan melaju ke semifinal, di mana Maradona kembali tampil sebagai pembeda dengan dua gol indah ke gawang Belgia.
Final Piala Dunia 1986 mempertemukan Argentina dan Jerman Barat. Di babak pertama, bek tengah Jose Luis Brown membuka keunggulan lewat sundulan dari umpan bebas Jorge Burruchaga, sebelum Jorge Valdano menggandakan menjadi 2-0.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jerman Barat bangkit lewat dua gol yang mengejutkan. Karl-Heinz Rummenigge mencetak gol dari assist Rudi Voeller, sebelum Voeller sendiri menyamakan kedudukan menjadi 2-2 delapan menit sebelum laga usai. Argentina yang sempat menguasai pertandingan mendadak terancam.
Dua menit setelah gol penyama kedudukan Jerman Barat, Maradona membuktikan bahwa turnamen itu memang miliknya. Ia mengakhiri dribel berkelok dengan umpan terobosan sempurna kepada Jorge Burruchaga untuk kemudian menaklukkan kiper Schumacher.
Argentina menang 3-2 dan meraih gelar Piala Dunia untuk kali kedua. Meski tak elok jika sebuah tim disebut hanya bergantung pada satu pemain, tidak ada satu pun pemain lain dalam sejarah Piala Dunia yang memberikan pengaruh sebesar Maradona terhadap nasib sebuah turnamen.
Maradona menutup turnamen dengan lima gol dan lima assist. Ia menjadi satu-satunya pemain yang mencetak dua gol paling ikonik dan paling kontroversial dalam sejarah Piala Dunia sekaligus terjadi di laga yang sama.
Kisah di balik "Tangan Tuhan" akhirnya diungkap Maradona sendiri. Ia mengaku sudah mempelajari gaya bertahan Inggris sebelum laga. Maradona sadar jika wasit Ali Bin Nasser tidak berada di posisi yang tepat saat insiden terjadi.
Sampai akhir hayatnya, Maradona tak pernah menyesali gol kontroversial yang terjadi saat melawan Inggris di Piala Dunia 1986.
(afr/jun) Add
as a preferred source on Google