SEJARAH PIALA DUNIA

Piala Dunia 1998: Keanehan Ronaldo dan Magis Zidane

CNN Indonesia
Minggu, 31 Mei 2026 14:20 WIB
Thumbnail video piala dunia 1998
Prancis juara Piala Dunia 1998 di rumah sendiri. (Dok. FIFA)

Edmundo dan Cesar Sampaio menjadi pemain pertama yang tiba di kamar Ronaldo usai Roberto Carlos berteriak meminta bantuan. Saat busa keluar dari mulut Ronaldo dan tubuhnya kejang tak terkendali, dokter timnas Brasil Lidio Toledo pun dipanggil masuk.

Ronaldo kemudian dibawa ke Klinik Lilas di Paris untuk menjalani serangkaian tes. Sementara itu nama Edmundo sudah dicantumkan di lembar susunan pemain Brasil untuk final. Namun, 40 menit sebelum pertandingan, Ronaldo muncul di Stade de France dan dinyatakan fit untuk dimainkan.

Ronaldo bermain namun terlihat tak bertenaga dan gerakannya mudah diantisipasi lini belakang Prancis. Brasil yang biasanya tampil menyerang justru terlihat kehilangan arah. Di sinilah Zidane mengambil alih panggung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zidane mencetak dua gol sundulan kepala dari sepak pojok di babak pertama untuk membawa Prancis unggul 2-0. Emmanuel Petit kemudian menambah gol ketiga di injury time untuk melengkapi kemenangan 3-0 yang menjadi kekalahan terbesar Brasil di Piala Dunia hingga saat itu.

Prancis pun berpesta sebagai juara dunia pertama kali dalam sejarah mereka. Zidane yang sempat diskors di awal turnamen menjelma pahlawan. Turnamen 1998 mencatat total penonton televisi global terbesar dalam sejarah Piala Dunia saat itu.

Sementara Prancis berpesta, pertanyaan tentang Ronaldo terus bergulir. Berbagai teori bermunculan: mulai dari dugaan keracunan makanan, epilepsi yang dirahasiakan, hingga tekanan dari sponsor Nike agar Ronaldo tetap dimainkan meski tidak fit demi kepentingan komersial.

Pelatih Mario Zagallo mengklaim trauma kolektif pemain setelah menyaksikan kondisi Ronaldo menjadi alasan utama kekalahan Brasil di final. Zagallo juga mengaku memilih tetap memainkan Ronaldo karena konsekuensi meninggalkannya di bangku cadangan dinilai terlalu besar untuk ditanggung.

Hingga kini, kejang-kejang Ronaldo sebelum final Piala Dunia 1998 tetap menjadi salah satu kontroversi terbesar dalam sejarah sepak bola yang belum terjawab tuntas. Yang tersisa dengan pasti hanya dua hal: sundulan Zidane yang mengukir sejarah, dan wajah kosong Ronaldo yang jadi misteri abadi.

(afr/afr/jun) Add as a preferred
source on Google

HALAMAN:
1 2