Spanyol di Piala Dunia: La Furia Roja tanpa Real Madrid, Bisa Apa?
Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Rabu, 03 Jun 2026 13:37 WIB
Bagikan:
url telah tercopy
Spanyol tidak diperkuat pemain Real Madrid di Piala Dunia 2026. (REUTERS/Ritzau Scanpix Denmark)
Jakarta, CNN Indonesia --
Timnas Spanyol tanpa pemain Real Madrid di Piala Dunia 2026. Bisa apa La Furia Roja tanpa penggawa Los Blancos di dalamnya?
Ini jadi kali pertama dalam sejarah timnas Spanyol tak ada pemain Real Madrid di dalam skuad Piala Dunia. Padahal sebelumnya, ada saja wajah-wajah dari tim ibukota. Tak jarang mereka mendominasi, tak hanya menyelip belaka.
Di satu sisi, ada tren penurunan jumlah pemain Real Madrid di timnas Spanyol untuk Piala Dunia. Pada edisi sebelumnya, hanya ada dua nama. Padahal di Piala Dunia 2018, ada enam pemain El Real di tim Matador.
Lalu saat Spanyol hancur lebur di babak penyisihan Piala Dunia 2014, hanya ada tiga pemain Real Madrid. Sedangkan saat mereka berjaya di Piala Dunia 2010, terselip lima nama dari tim Putih-putih.
Selama satu dekade terakhir, sebenarnya pencapaian Spanyol perlahan meningkat. Mereka tembus babak 16 besar dalam dua edisi sebelumnya.
Tetapi untuk level Spanyol dengan langganan peringkat 10 besar dunia, sekadar lolos ke fase gugur saja tidak cukup. Terlebih dengan status juara Euro 2024, maka Piala Dunia 2026 adalah kesempatan mengulang kejayaan dua windu lalu.
Terlalu dini menghakimi Spanyol bakal pasti terbirit-birit. Sang pelatih, Luis de la Fuente pasti punya alasan di balik keputusan berani mengumumkan 26 pemain tim nasional ke Piala Dunia di Madrid, tanpa pemain Real Madrid.
Di satu sisi, tak terhindarkan cemooh publik jika pada akhirnya Spanyol berduka. Tanpa pemain Real Madrid bisa jadi bahan bakar sambat di dunia maya.
Ini pernah terjadi pada Euro 2024. Kala itu, timnas Inggris tak diperkuat Marcus Rashford (Manchester United) dan Jack Grealish (Manchester City). Meski lolos ke final, kekalahan di partai puncak lawan Spanyol sempat membuat warganet membawa-bawa absennya dua pemain itu jadi alasan 'Football Isn't Coming Home'.
Sayangnya kini, cibiran sudah lebih dulu menyasar bahkan sebelum Spanyol berperang. Setidaknya cerminan dari keputusan progresif tim Matador baru tersingkap dalam dua laga persahabatan kontra Irak (4 Juni) dan Peru (8 Juni) pada periode FIFA Matchday Juni 2026.
Dari dua laga tersebut, barulah akan terlihat keputusan menduetkan Pau Cubarsi dengan Eric Garcia alih-alih menaruh Dean Huijsen di jantung pertahanan. Atau keputusan menaruh Ferran Torres di posisi ujung tombak ketimbang Gonzalo Garcia yang tak masuk skuad.
Baca di halaman berikutnya>>>
Satu topik menarik dari keputusan Luis de la Fuente adalah potong generasi di timnas Spanyol. Tapi dari daftar nama skuad, nampak siasat ini terkesan tanggung karena para veteran masih eksis di tengah-tengahnya.
Padahal Spanyol masuk dalam lima besar tim dengan rata-rata usia termuda (26,7 tahun). Dari sini sebenarnya terlihat Luis de la Fuente ingin mengorbitkan nama-nama belia.
Namun nama-nama seperti Borja Iglesias (Penyerang, 33 tahun), Fabian Ruiz (Gelandang, 30 tahun), Alex Grimaldo (Bek, 30 tahun), David Raya (Kiper, 30 tahun), dan Aymeric Laporte (Bek 32 tahun), tak heran publik memberi komentar miring soal tak adanya pemain Real Madrid.
Di lini depan, Gonzalo Garcia sedang naik daun bersama Los Blancos. Meski tak terbantahkan sinarnya masih berada di bayang-bayang Kylian Mbappe. Ini dapat jadi salah satu faktor namanya tak muncul dalam tim nasional.
Kemudian Alvaro Carreras di pos bek kiri pada akhirnya tidak jadi pilihan. Sedangkan di tim nasional, sudah ada Marc Cucurella dan Alejandro Grimaldo dengan pengalaman lebih matang untuk menyisir tepi kiri.
Pos bek tengah paling jadi sorotan karena Dean Huijsen tak masuk ke dalam jajaran. Meski jadi tumpuan Real Madrid musim ini, pemain keturunan Belanda itu mengalami enam kali cedera dan terbanyak sepanjang karier profesionalnya.
Cedera terakhirnya adalah masalah betis kanan pada akhir Mei. Situasi ini membuat keputusan pelatih tak memanggilnya ke skuad final timnas Spanyol jadi masuk akal.
Dari premis-premis ini, maka ada benang merah sebagai konklusi dari absennya pemain Real Madrid di timnas Spanyol selama Piala Dunia 2026. Singkatnya, ini kebutuhan teknis, bukan persoalan 'Like or Dislike'.
Kebetulan pula tulang punggung tim utama Real Madrid merupakan pemain asing. Ada 10 pemain mereka tersebar di seluruh peserta Piala Dunia 2026. Ini bukan angka minor meski tertinggal jauh dari Barcelona (15 pemain) dan Atletico Madrid (12 pemain).
Di satu sisi, musim 2025/2026 juga bukan milik tim asuhan Alvaro Arbeloa. Pasang-surut mereka alami dengan transisi kepelatihan usai pisah dengan Xabi Alonso.
Hasilnya di La Liga finis runner-up. Lalu di Copa del Rey tumbang sejak babak 16 besar. Di Liga Champions berhenti di perempat final.
Sedangkan rival terdekat seperti Barcelona mampu juara La Liga dengan deretan pemain lokal berkualitas. Copa del Rey juga bisa tembus ke semifinal. Kemudian Atletico Madrid bisa melaju ke final Copa del Rey dan lolos semifinal Liga Champions.
Dari fakta-fakta ini, sudah semestinya Real Madrid sejenak sadar diri. Dan Spanyol tanpa Los Blancos punya modal cukup untuk melaju sejauh mungkin.
Spanyol berada di Grup H bersama Uruguay, Cape Verde, dan Arab Saudi. Ini bukan grup ringan, namun dengan komposisi tim di antara mereka, sudah seharusnya babak penyisihan jadi milik La Furia Roja.