ANALISIS

Spanyol di Piala Dunia: La Furia Roja tanpa Real Madrid, Bisa Apa?

Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Rabu, 03 Jun 2026 13:37 WIB
Soccer Football - Nations League - Quarter Final - Second Leg - Spain v Netherlands - Estadio de Mestalla, Valencia, Spain - March 23, 2025 Spain's Lamine Yamal celebrates with Nico Williams after scoring their third goal REUTERS/Albert Gea
Lamine Yamal diharap jadi pembeda di skuad L:a Furia Roja. (REUTERS/Albert Gea)

Satu topik menarik dari keputusan Luis de la Fuente adalah potong generasi di timnas Spanyol. Tapi dari daftar nama skuad, nampak siasat ini terkesan tanggung karena para veteran masih eksis di tengah-tengahnya.

Padahal Spanyol masuk dalam lima besar tim dengan rata-rata usia termuda (26,7 tahun). Dari sini sebenarnya terlihat Luis de la Fuente ingin mengorbitkan nama-nama belia.

Namun nama-nama seperti Borja Iglesias (Penyerang, 33 tahun), Fabian Ruiz (Gelandang, 30 tahun), Alex Grimaldo (Bek, 30 tahun), David Raya (Kiper, 30 tahun), dan Aymeric Laporte (Bek 32 tahun), tak heran publik memberi komentar miring soal tak adanya pemain Real Madrid.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di lini depan, Gonzalo Garcia sedang naik daun bersama Los Blancos. Meski tak terbantahkan sinarnya masih berada di bayang-bayang Kylian Mbappe. Ini dapat jadi salah satu faktor namanya tak muncul dalam tim nasional.

Kemudian Alvaro Carreras di pos bek kiri pada akhirnya tidak jadi pilihan. Sedangkan di tim nasional, sudah ada Marc Cucurella dan Alejandro Grimaldo dengan pengalaman lebih matang untuk menyisir tepi kiri.

Pos bek tengah paling jadi sorotan karena Dean Huijsen tak masuk ke dalam jajaran. Meski jadi tumpuan Real Madrid musim ini, pemain keturunan Belanda itu mengalami enam kali cedera dan terbanyak sepanjang karier profesionalnya.

Cedera terakhirnya adalah masalah betis kanan pada akhir Mei. Situasi ini membuat keputusan pelatih tak memanggilnya ke skuad final timnas Spanyol jadi masuk akal.

Dari premis-premis ini, maka ada benang merah sebagai konklusi dari absennya pemain Real Madrid di timnas Spanyol selama Piala Dunia 2026. Singkatnya, ini kebutuhan teknis, bukan persoalan 'Like or Dislike'.

Kebetulan pula tulang punggung tim utama Real Madrid merupakan pemain asing. Ada 10 pemain mereka tersebar di seluruh peserta Piala Dunia 2026. Ini bukan angka minor meski tertinggal jauh dari Barcelona (15 pemain) dan Atletico Madrid (12 pemain).

Di satu sisi, musim 2025/2026 juga bukan milik tim asuhan Alvaro Arbeloa. Pasang-surut mereka alami dengan transisi kepelatihan usai pisah dengan Xabi Alonso.

Hasilnya di La Liga finis runner-up. Lalu di Copa del Rey tumbang sejak babak 16 besar. Di Liga Champions berhenti di perempat final.

Sedangkan rival terdekat seperti Barcelona mampu juara La Liga dengan deretan pemain lokal berkualitas. Copa del Rey juga bisa tembus ke semifinal. Kemudian Atletico Madrid bisa melaju ke final Copa del Rey dan lolos semifinal Liga Champions.

Dari fakta-fakta ini, sudah semestinya Real Madrid sejenak sadar diri. Dan Spanyol tanpa Los Blancos punya modal cukup untuk melaju sejauh mungkin.

Spanyol berada di Grup H bersama Uruguay, Cape Verde, dan Arab Saudi. Ini bukan grup ringan, namun dengan komposisi tim di antara mereka, sudah seharusnya babak penyisihan jadi milik La Furia Roja.

(ikw/jun) Add as a preferred
source on Google

HALAMAN:
1 2