Piala Dunia 2026: Saatnya Jerman Hapus Luka Lama
Uji coba pra-Piala Dunia pun berjalan sempurna. Finlandia dan Amerika Serikat menjadi korban keganasan Der Panzer sebelum turnamen dimulai.
Komposisi skuad Jerman di Piala Dunia 2026 pun terbilang paling komplet. Perpaduan pemain muda penuh bakat dan veteran berpengalaman menjadi resep yang disiapkan Nagelsmann untuk menghadapi panggung terbesar dunia.
Di lini depan, problem nomor 9 yang kerap menghantui Jerman mulai menemukan solusinya. Kai Havertz dan Nick Woltemade tampil sebagai dua kandidat kuat untuk mengisi pos ujung tombak yang selama ini menjadi titik lemah Die Mannschaft.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya keduanya, nama Deniz Undav tiba-tiba menyeruak sebagai pemain underrated yang mengejutkan banyak pihak. Bomber VfB Stuttgart itu memang baru mengemas sembilan caps bersama timnas, namun bukti nyatanya berbuah enam gol
Siapapun yang dipilih sebagai starter, ia akan bermain di belakang dua bintang muda yang kian bersinar di Eropa: Jamal Musiala dan Florian Wirtz. Kreativitas dan visi bermain keduanya menjadi jaminan bahwa kreasi serangan Jerman akan terus mengalir deras.
Di lini tengah, Jerman pun tidak kekurangan pilihan. Duet pivot Aleksandar Pavlovic dan Felix Nmecha terbukti solid dan mampu mengemban tugas ganda sebagai perisai pertahanan sekaligus penghubung ke lini depan.
Ada pula nama Angelo Stiller dan Joshua Kimmich yang punya akurasi umpan di atas rata-rata. Kimmich memang kerap diposisikan sebagai bek kanan, namun kontribusinya melampaui batas posisi. Sang kapten merupakan organizer permainan sesungguhnya.
Fleksibilitas dalam menempatkan pemain itulah yang menjadi siasat kebangkitan Jerman di bawah Nagelsmann. Tidak ada sistem yang kaku, tidak ada pemain yang terjebak dalam satu peran. Semua bergerak, semua berkontribusi.
Di barisan pertahanan, Jerman juga tampil tangguh. Duet Jonathan Tah dan Nico Schlotterbeck membentuk tembok yang padu di jantung lini belakang. Kehadiran Antonio Rudiger sebagai veteran pelapis juga semakin memberi kedalaman yang meyakinkan.
Satu nama yang kembali mencuri perhatian ialah Manuel Neuer. Kiper senior yang sempat dikabarkan gantung sarung tangan itu memilih kembali menjaga mistar gawang Jerman.
Dengan segala kekuatan itu, Jerman ditempatkan di Grup E bersama Curacao, Ekuador, dan Pantai Gading. Di atas kertas, komposisi grup itu membuka jalan mulus bagi Die Mannschaft untuk melangkah ke babak gugur.
Tetapi lolos fase grup tentu belum cukup. Target Jerman di Piala Dunia 2026 jauh lebih besar dari sekadar lolos ke 32 besar. Mereka mengincar gelar kelima yang akan menyamai rekor Brasil sebagai negara tersukses dalam sejarah Piala Dunia.
Kini, dengan modal skuad komplet dan mentalitas yang telah dipulihkan, Jerman bertekad menjawab pertanyaan besar itu. Bisakah Die Mannschaft menghapus duka dua edisi, melampaui trauma fase grup, dan kembali bertakhta sebagai raja dunia untuk kelima kalinya?
(rhr) Add
as a preferred source on Google