Ada Perilaku Manipulatif di Piala AFF U-19, Panpel Tarik ID Panitia

CNN Indonesia
Selasa, 09 Jun 2026 13:15 WIB
Suporter memberikan dukungan saat laga Timnas Indonesia U-19 melawan Vietnam U-19 dalam Piala AFF U-19 2026 di Stadion Utama Sumatera Utara, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (7/6/2026). Indonesia berhasil mengalahkan Vietnam dengan skor 2-1 ANTARA FOTO
Penonton memadati Stadion Utama Sumatra Utara saat Timnas Indonesia U-19 berlaga di Piala AFF U-19 2026. (ANTARA FOTO/Yudi Manar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Adanya perilaku manipulatif dalam pelaksanaan Piala AFF U-19 2026 membuat panitia pelaksana (panpel) membuat gebrakan tegas.

Panpel Piala AFF U-19 2026 menarik semua kartu tanda pengenal panitia yang telah dikeluarkan. Mulai babak semifinal, tanda pengenal lama tidak berlaku lagi.

"Kami akan mengganti seluruh ID Card yang digunakan di Piala AFF U19 di babak semifinal," kata Ketua Panpel Piala AFF U19 Atmoko Panggabean seperti dikutip Antara, Selasa (9/6). 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penggantian tanda pengenal tersebut dilakukan sebagai evaluasi panitia penyelenggara karena mendapati indikasi kecurangan sejumlah oknum untuk keuntungan pribadi.

Atmoko mengatakan, panitia penyelenggara kerap menerima laporan adanya oknum yang memasukkan penonton tanpa menggunakan tiket atau menggunakan ID Card tidak sesuai aturannya.

"Nah, untuk mengantisipasi itu, kami akan mengganti seluruh ID Card-nya," kata Atmoko menegaskan adanya pergantian tanda pengenal seluruh panpel Piala AFF U-19 2026. 

Nantinya, kata Atmoko, panitia penyelenggara akan mengganti tanda pengenal tersebut dengan menambah hologram resmi dari federasi sepak bola Indonesia (PSSI).

"Dengan adanya hologram itu, kita tahu mana yang diduplikasi," ujarnya sambil menjelaskan bahwa oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab telah leluasa berbuat manipulatif.

Untuk pergantian 60 ID Card baru akan dilakukan panpel paling lambat satu hari sebelum babak semifinal. Dengan waktu penukaran yang singkat, duplikasi dari oknum diyakini tidak terjadi lagi. 

[Gambas:Video CNN]

(abs/jun) Add as a preferred
source on Google