ANALISIS

Cak John, Benarkah Telah Lahir Putra Sang Fajar Timnas Indonesia?

Abdul Susila | CNN Indonesia
Rabu, 10 Jun 2026 20:14 WIB
PSSI resmi memperkenalkan John Herdman sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026)
Kualitas John Herdman sebagai pelatih akan diuji saat Timnas Indonesia main di Piala AFF 2026. (CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim)

Timnas Indonesia itu tidak ditakdirkan menjadi perkasa di pentas dunia. Hanya jago kawasan, yang itu pun dalam berdekade-dekade tak terbukti. Begitu kata banyak orang tua.

Namun, persepsi itu sekilas akan patah dengan hadirnya John Herdman di Timnas Indonesia. Setelah asa bersama shin Tae Yong meranggas, kini bunga-bunga juara bersemi lagi.

Lihatlah, Timnas Indonesia asuhan Herdman jadi tim yang kuat dalam ball possession: 70 persen atas Saint Kitts and Nevis, 71 persen atas Bulgaria, 57 persen atas Oman, dan 60 persen atas Mozambik. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rasio umpan akurat meningkat, pola main penuh siasat, dan daya juang pemain memikat. Pernyataan pelatih Oman, Tarik Sektioui setelah dikalahkan Indonesia menegaskan harapan itu.

"Kami bermain melawan tim yang sangat terorganisir dan seimbang di setiap lini. Kami sudah sampaikan bahwa tim Indonesia telah berkembang pesat," kata Sektioui, Jumat (5/6).

"Peringkat mereka saat ini [dalam Ranking FIFA) tidak mencerminkan kualitas permainan yang sebenarnya, terutama dengan perkembangan dalam beberapa tahun terakhir."

Timnas Indonesia sudah naik kelas. Itu fakta. Tidak bisa dibantah. Namun, tanpa ada prestasi, itu hanya predikat semu. Bunga-bunga 'tim jawara' tak akan abadi tanpa adanya prestasi.

PSSI boleh saja berhegemoni: mana lebih hebat tampil di Piala Asia daripada juara Piala AFF? Ini cacat pikir. Dalam idiom Inggris itu tidak apple to apple. Piala AFF dan Piala Asia itu apple to orange

Piala AFF, Piala Asia, dan Piala Dunia seyogyanya bukan untuk diperdebatkan. Ini piramida kejuaraan. Kalau mau juara ke Piala Dunia rutinlah main di Piala Asia dan sering pula juara di Piala AFF.

Kenapa sering jadi predikat? Ya, karena level sepak bola suatu negara bisa diukur dari pencapaiannya di kejuaraan sekawasan. Bagi negara 'yang hatinya kecil' seperti Indonesia, perlu stimulus.

Cak John pun sadar Piala AFF tidak pantas direndahkan, dipandang sebelah mata. Ajang ini juga punya harkat. Martabat ASEAN perlu diangkat sebagai tanda jiwa yang besar.

Meminjam istilah buku semi-autobiografi Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat, apakah putra sang fajar di Timnas Indonesia telah lahir? Apakah Cak John putra sang fajar bagi Garuda?

Apa itu putra sang fajar? Dalam khazanah Jawa ia adalah tokoh yang hebat. Untuk menjadi tokoh yang hebat, perlu juga mewariskan piala. Warisan itulah yang kini tidak dimiliki Indonesia.

(jun) Add as a preferred
source on Google

HALAMAN:
1 2