Cara-cara Tak Pantas Trump Bukti Nyata AS Tak Layak Helat Piala Dunia
Adigium 'FIFA Mahakuasa' juga 'FIFA Lebih Besar dari PBB' rasa-rasanya tidak punya daya di hadapan negara yang menyebut dirinya polisi dunia, Amerika Serikat.
Salah satu slogan FIFA adalah universalitas. Sepak bola untuk semua bangsa, semua umat manusia. Saat Piala Dunia datang ke sebuah negara, pesta berlaku untuk semua kalangan.
Namun, universalitas itu dicederai AS. Dengan gayanya yang arogan, AS membuat Piala Dunia eksklusif untuk kalangan tertentu. Sejumlah negara masuk daftar hitam masuk AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total ada 19 negara yang masuk daftar hitam AS selama Piala Dunia 2026. Tak peduli negara itu peserta Piala Dunia 2026 atau tidak, suporternya dilarang masuk ke wilayah Paman Sam.
Biasanya, FIFA ogah dikontrol oleh aturan negara. Biasanya, negara tuah rumah beradaptasi dengan kebijakan FIFA. Biasanya, FIFA berkuasa atas aturan yang diterapkan.
Indonesia pernah mengalami hal itu. Pada 2023, Indonesia sejatinya jadi tuan rumah Piala Dunia U-19. Namun pemerintah Indonesia menolak Israel yang lolos kualifikasi.
Efeknya, status tuan rumah Indonesia dicabut. Di AS, yang biasa itu tak ada artinya. FIFA tidak punya kuasa untuk mencabut status tuan rumah AS. FIFA malah 'cium tangan' ke AS.
Menghadapi larangan-larangan AS, seperti wasit Somalia ditolak masuk teritorial sang adikuasa, FIFA hanya menundukkan bisa senyum; menundukkan kepala; patuh; sami'na wa ato'na.
FIFA benar-benar masuk angin di hadapan Donald Trump dan rezimnya. Gianni Infantino dan kolega yang biasanya 'otoriter' mendadak jadi ayam sayur di negeri para Apache tersebut.
Namun, nasi sudah menjadi bubur. Piala Dunia 2026 akan resmi dibuka di Meksiko pada Kamis (11/6) atau Jumat (12/6) dini hari WIB. Mustahil Piala Dunia 2026 dibatalkan tiba-tiba.
Pesta sepak bola sejagad yang tercatat sebagai penyedot penonton terbesar di dunia ini, menyedot 5 miliar penonton saat Piala Dunia 2022, untuk edisi 2026 ini kehilangan mukanya.
Sebagai panggung industri dunia, tentu saja AS akan sukses sebagai penyelenggara Piala Dunia 2026. Paling tidak AS sukses lewat pernyataan Trump dan kroni-kroninya.
Karenanya, jangan ada lagi AS sebagai tuan rumah Piala Dunia berikutnya. Cara-cara AS tidak pantas jadi tua rumah Piala Dunia. Jika tidak, magnet ajang ini akan kehilangan sihirnya.
(jal) Add
as a preferred source on Google