ANALISIS

Duel Panas Tim Samba Lawan Singa Atlas, Siapa Lebih Berkelas?

Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Sabtu, 13 Jun 2026 18:50 WIB
Morocco's defender #02 Achraf Hakimi (L) and Morocco's forward #09 Soufiane Rahimi take part in a training session at The Pingry School in Basking Ridge, New Jersey on June 12, 2026, on the eve of the 2026 World Cup football match between Brazil and
Timnas Maroko mencoba buat kejutan lawan Brasil di Piala Dunia 2026. (AFP/CHARLY TRIBALLEAU)

Maroko dengan status juara Piala Afrika 2025 sementara jadi raja benua. Kans dominasi Brasil boleh jadi dapat diganggu oleh si 'Bos Kecil'.

Di sisi lain, kekalahan Brasil dari Maroko pada pertemuan terakhir adalah masa lalu. Saat itu, Brasil sedang dalam masa transisi setelah ditinggal Tite dari jabatan pelatih. Barulah setelah Ancelotti menduduki kursi, tim Samba menanjak lagi.

Kendati nyawa nampak kembali, Brasil sebenarnya belum sempurna. Dari 12 pertandingan di bawah kendali Ancelotti, mereka kalah tiga kali di antara dua hasil imbang dan tujuh kemenangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua dari tiga kekalahan diterima saat berhadapan dengan tim Kuda Hitam, Bolivia (Kualifikasi Piala Dunia 2026) dan Jepang (Laga Persahabatan). Sedangkan satu kali kalah sisanya saat melawan Prancis di laga ujicoba.

Ada satu benang merah dari tiga kekalahan itu, yakni Brasil keok saat bertindak sebagai tim tamu. Di sinilah Ancelotti mesti jeli. Perlu ada evaluasi dalam aspek teknis dan non teknis dalam laga tandang.

Termasuk di Piala Dunia 2026 karena seluruh laga adalah tandang bagi Brasil. Mereka harus benar-benar adaptif terhadap lingkungan. Kebetulan laga babak penyisihan mereka bergulir di Amerika Serikat seluruhnya.

Ini tanggungjawab besar bagi Ancelotti di tugas pertamanya sebagai pelatih sebuah negara. Plus, baru kali ini pula Brasil dilatih oleh sosok dengan paspor berbeda.

Ancelotti diyakini sudah menyusun kekuatan penuh jelang laga perdana di Piala Dunia 2026. Agaknya kali ini Neymar tak ikut serta karena masih berkutat dengan cedera.

Beruntung lini depan Brasil kaya sumber daya. Juru gedor bisa dipercaya pada sosok Cunha. Aliran bola dapat menugaskan Lucas Paqueta.

Di sektor flank, sayap kiri akan permanen milik Vinicius Jr. Kemudian di sisi kanan, bintang Barcelona Raphinha hampir dipastikan jadi tokoh utama.

Lini tengah Brasil juga mumpuni. Duet Casemiro dan Bruno Guimaraes bakal jadi tandem mematikan. Benteng pertahanan dengan kehadiran Danilo, Marquinhos, Gabriel Magalhaes, dan Sandro diprediksi bakal aman. Plus kehadiran Alisson Becker sebagai penjaga gawang.

Daftar pemain bergelimang kualitas ini mesti dimaksimalkan oleh Ancelotti. Meski Maroko pasti bakal memberi perlawanan berarti, kemenangan agaknya bakal jadi milik Brasil.

(jun/jun) Add as a preferred
source on Google

HALAMAN:
1 2