Meksiko vs Korea Selatan: Siapa Lolos 32 Besar Duluan?
Askar Fatih Robbani | CNN Indonesia
Kamis, 18 Jun 2026 23:25 WIB
Bagikan:
url telah tercopy
Meksiko siap menatap laga kedua lawan Korea Selatan di Piala Dunia 2026. (REUTERS/Hannah McKay)
Jakarta, CNN Indonesia --
Meksiko dan Korea Selatan bakal beradu kekuatan dalam laga kedua fase grup Piala Dunia 2026. Pertandingan ini menjadi simpul penentu, siapa yang lebih dulu melaju?
Kedua tim datang dengan modal yang sama, yakni kemenangan pada pertandingan pembuka. Karena itu, duel di Stadion Guadalajara diprediksi berlangsung ketat dan sarat hasrat.
La Mexicana lebih dulu memetik tiga poin setelah menundukkan Afrika Selatan 2-0. Hasil itu membuat langkah El Tri memasuki laga kedua terasa lebih meyakinkan.
Di sisi lain, Korea Selatan mengawali perjalanan dengan kemenangan 2-1 atas Republik Ceko. Wakil Asia tersebut menunjukkan daya juang tinggi saat mampu membalikkan keadaan.
Bentrok kedua tim menjadi penting karena pemenangnya akan mengoleksi enam poin. Jumlah tersebut cukup untuk mengamankan tempat di babak 32 besar dari Grup A.
Laga Meksiko kontra Korea Selatan akan berlangsung pada Kamis (18/6) sore waktu setempat atau Jumat (19/6) pukul 08.00 WIB di Stadion Guadalajara.
Jelang hari tanding, Meksiko sedikit lebih unggul dari sisi ranking FIFA. Los Tricolores menempati peringkat ke-13, sedangkan Taegeuk Warriors berada di posisi ke-22.
Kemenangan Meksiko diwarnai dua kartu merah Afrika Selatan. (REUTERS/Kai Pfaffenbach)
Meski demikian, selisih ranking kedua tim tidak terlalu jauh. Situasi itu membuat peluang Korea Selatan untuk memberi kejutan tetap terbuka.
Meksiko juga memiliki keuntungan bermain di hadapan pendukung sendiri. Ribuan suporter tuan rumah diperkirakan memadati Stadion Guadalajara untuk memberikan motivasi penuh.
Diprediksi sekitar 48 ribu kursi akan banyak diisi oleh warga lokal. Kehadiran publik tuan rumah dapat menjadi suntikan tenaga menjelang duel yang menentukan.
Kepercayaan diri pasukan Javier Aguirre turut meningkat setelah kemenangan atas Afrika Selatan. Hasil tersebut memperpanjang catatan sembilan pertandingan tanpa kekalahan.
Meksiko pun berupaya menumbangkan Korea Selatan demi menjaga tren positif. La Mexicana ingin menjejak fase gugur dengan langkah lebih teguh dan utuh.
Belum lagi, saat menggilas Afrika Selatan, Meksiko mencatat statistik mencengangkan. Akurasi umpan tim tuan rumah mencapai angka 90 persen. Catatan itu jadi yang tertinggi dalam sejarah Piala Dunia sejak 1966.
Baca di halaman berikutnya>>>
Meski Meksiko punya catatan menakjubkan jelang laga, angka tersebut turut diwarnai kartu merah dua pemain Afrika Selatan. Situasi itu membuat Meksiko lebih leluasa memainkan umpan dari kaki ke kaki.
Selain itu, El Tri dikenal dengan pressing intensitas tinggi serta transisi menyerang yang efektif. Peran Julian Quinones, Raul Jimenez, dan Roberto Alvarado jadi salah satu kunci.
Namun Meksiko memiliki persoalan di lini belakang. Bek tengah sekaligus kapten tim, Cesar Montes, harus absen akibat kartu merah pada laga sebelumnya.
Javier Aguirre diprediksi akan menggeser Edson Alvarez ke posisi bek tengah. Pergeseran tersebut dilakukan untuk menutup lubang yang muncul di jantung pertahanan.
Celah itu bisa dimanfaatkan Korea Selatan melalui kecepatan para penyerangnya. Lee Kang In, Son Heung Min, dan Lee Jae Sung menjadi ancaman yang patut diperhitungkan.
Lee Kang In tampil menonjol ketika Taegeuk Warriors membalikkan keadaan melawan Republik Ceko. Gelandang serang Paris Saint-Germain (PSG) itu menjadi motor penggerak serangan yang mengalir hampir pada setiap lini.
Dalam laga tersebut, Lee Kang In membukukan lima dari enam dribel sukses. Ia juga mencatat akurasi umpan 100 persen serta menyumbang satu assist.
Tim asuhan Hong Myung Bo menunjukkan mental tangguh saat laga pembuka. Selain pertahanan yang solid, serangan balik Korea Selatan juga dikenal cepat dan sulit dibendung.
Korea Selatan berburu tiket lolos babak 32 besar Piala Dunia 2026. (REUTERS/Daniel Becerril)
Meski demikian, Son dan kawan-kawan harus siap menghadapi atmosfer tuan rumah. Dukungan penuh suporter Meksiko berpotensi kembali menciptakan tekanan tersendiri.
Menilik pertemuan di Piala Dunia, Meksiko masih memegang keunggulan. El Tri menang 3-1 pada edisi 1998 dan kembali unggul 2-1 pada turnamen 2018.
Akan tetapi, kedua tim bermain imbang 2-2 dalam laga uji coba internasional September 2025. Pada pertandingan itu, Raul Jimenez dan Son Heung Min sama-sama mencatatkan nama di papan skor.
Menjelang duel kali ini, Korea Selatan dihadapkan pada sorotan terkait komentar dua wartawan yang menyindir Son. Situasi tersebut sempat memunculkan perhatian di dalam skuad Taegeuk Warriors.
Situasi ini berpotensi menjadi pisau bermata dua. Alih-alih fokus seratus persen pada taktik meredam penetrasi Meksiko, perhatian skuad asuhan Hong Myung Bo terbagi untuk mengurusi konflik internal dengan media negara sendiri.
Tetapi pada lain sisi, Son, yang disindir performa dan status militernya, berpotensi meluapkan pembuktiannya di lapangan. Kemarahan yang dikonversi menjadi energi bisa membuat lini depan Korea tampil jauh lebih agresif demi membungkam para pengkritik tanah air.
Di tengah berbagai cerita yang mengiringi, duel Meksiko melawan Korea Selatan akan menentukan siapa yang lebih dahulu mengunci tiket babak 32 besar. Pertarungan di Guadalajara pun menjanjikan laga yang ketat, padat, dan sarat tekad.