Terima Kasih, Sampai Jumpa
Terima kasih sudah mengikuti live report Skotlandia vs Brasil di Piala Dunia 2026.
Sampai jumlah pada live report CNN Indonesia berikutnya.
Timnas Brasil menang telak 3-0 atas dalam laga Grup C Piala Dunia 2026 di Stadion Miami, Kamis (25/6) pagi WIB.
Terima kasih sudah mengikuti live report Skotlandia vs Brasil di Piala Dunia 2026.
Sampai jumlah pada live report CNN Indonesia berikutnya.
Pada pertandingan lain Maroko menang telak 4-2 atas Haiti.
Tanpa tambahan pada sisa laga, Brasil menang 3-0 atas Skotlandia di Piala Dunia 2026.
Alisson Becker membuat penyelamatan krusial pada menit ke-90+6.
Bermula dari sepak pojok di sisi kiri, peluang Scott McTominay ditangkap ALisson.
Brasil tetap menekan Skotlandia meskipun intensitas serangan mulau menurun.
Percobaan tembakan pertama Neymar datang pada menit ke-90.
Akan tetapi sepakan kaki kanan Neymar dari sisi kiri ditangkap Angus Gunn.
Pada menit ke-85, neymar mencoba menampilkan perannya dalam laga ini. Neymar memberikan umpan silang dari sepak pojok, tetapi bola bisa dihalau pertahanan Skotlandia.
Vinicius mendapatkan peluang hattrick lain pada menit ke-79. Akan tetapi tembakan kaki kanan Vinicius dari sisi kiri kotak penalti ditepis Angus Gunn. Tendangan sudut untuk Brasil.
Neymar akhirnya merasakan atmosfer persaingan Piala Dunia 2026.
Carlo Ancelotti memberikan kesempatan kepada Neymar bermain melawan Skotlandia usai menggantikan Cunha pada menit ke-76.
Unggul 3-0 hingga menit ke-74 membuat Brasil mengendurkan tempo permainan.
Itu terlihat dari Brasil yang membiarkan Skotlandia leluasa memainkan bola.
Pada pertandingan lain di Grup C, Maroko masih diimbangi Haiti 2-2 sampai dengan menit ke-70.
Gol Haiti dicetak karena bunuh diri kiper Yassine Bounou dan Wilson Isidor, sedangkan gol balasan Maroko dicetak Achraf Hakimi dan Ismael Saibari.
Apabila skor tetap imbang hingga akhir laga, maka Skotlandia bisa menjaga peluang di peringkat ketiga terbaik.
Wasit Cesar Ramos meniup peluit tanda hydration break.
Alisson Becker dibuat kerja keras oleh Scot McTominay. Foto: REUTERS/Paul Childs |
Alisson lagi-lagi membuat penyelamatan penting pada menit ke-64 setelah menepis sundulan Soctt McTominay yang memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan.
Skotlandia mendapatkan peluang lain mencetak gol pada menit ke-64 melalui tendangan bebas Lewis Ferguson.
Tendangan bebas itu didapat Skotlandia di sisi kiri.
Akan tetapi tendangan bebas langsung Lewis Ferguson bisa ditepis Alisson. Sepak pojok untuk Skotlandia.
Matheus Cunha bawa Brasil unggul 3-0. Foto: REUTERS/Marco Bello |
Gol tambahan dari Brasil datang dari Matheus Cunha pada menit ke-61. Brasil unggul 3-0.
Kerja sama apik ditampilkan dua bintang Premier League, Bruno Guimaraes dan Matheus Cunha.
Guimaraes yang dijaga pemain lawan di kotak penalti Skotlandia memilih memberikan bola kepada Cunha yang bergerak dari belakang.
Tanpa kesulitan, tendangan kaki Cunha membobol gawang Skotlandia.
Lucas Paqueta mencoba peruntungannya guna ikut mencatatkan nama di papan skor.
Paqueta melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, namun bola belum mengarah ke gawang Skotlandia pada menit ke-59.
Vinicius Junior gagal hattrick. Pada menit ke-51 Vinicius berhadapan satu lawan satu denga Gunn.
Namun tendangan Vinicius bisa diblok Gunn. Usaha Vinicius mencetak hattrick gagal.
Skotlandia nyaris memperkecil ketinggalan jadi 1-2 pada menit ke-49.
Akan tetapi sundulan Scott McTominay yang memanfaatkan umpan silang mengarah ke kiper Alisson Becker.
Rayan memiliki peluang gol pada menit ke-46. Namun dia terlalu terburu-buru melepaskan tembahan, sehingga Angus Gunn bisa menepisnya.
Unggul 2-0 pada babak pertama tidak membuat Brasil meningkatkan serangan pada awal babak kedua.
Marquinhos dan kawan-kawan tetap bermain sabar, memindahkan bola dengan baik sembari mencari celah di pertahanan Skotlandia.
Brasil melakukan kickoff babak kedua.
Sementara pada pertandingan lain di Grup C Piala Dunia 2026, Maroko diimbangi Haiti 2-2 pada babak pertama.
Brasil unggul 2-0 atas Skotlandia pada babak pertama.
Seluruh gol Brasil diborong Vinicius Jr.
Rayan membuang peluang emas Brasil untuk unggul 3-0 pada babak pertama.
Setelah melewati pemain lawan, Rayan tinggal berhadapan dengan kiper Gunn.
Tetapi tembakan Rayan ke pojok kiri bawah gawang terbaca dan diblok Gunn pada menit ke-45+6.
Hanya sepak pojok untuk Brasil.
(Foto: IMAGN IMAGES via Reuters/NATHAN RAY SEEBECK) |
Vinicius akhirnya benar-benar mencetak gol kedua pada menit ke-45+4. Brasil unggul 2-0.
Gol itu lagi-lagi karena kesalahan Skotlandia. Kiper Angus Gunn salah mengantisipasi umpan silang Bruno Guimaraes dari sisi kanan.
Gunn gagal menepis bola Guimaraes. Bola yang melintas ke kiri disambar Vinicius dengan sundulan dan menjadi gol.
Matheus Cunha nyaris menggandakan keunggulan Brasil jadi 2-0 pada menit ke-45.
Saat itu Brasil menyerang dari sisi kanan. Danilo memberikan umpan terobosan kepada Vinicius.
Vinicius memberikan umpan tarik, bola disontek Cunha. Bola mengarah ke gawang Skotlandia, tetapi dibuang Lewis Ferguson.
Brasil memanfaatkan setia kesalahan Skotlandia dengan baik. (IMAGN IMAGES via Reuters/NATHAN RAY SEEBECK) |
Sepanjang babak pertama, Brasil bermain dengan cukup hati-hati. Sepertinya demi mengantisipasi serangan cepat atau direck ball Skotlandia.
Selecao tidak menyerang dengan agresif, karena Skotlandia juga masih bertahan dengan solid sejauh ini.
Peluang-peluang dari Brasil selama babak pertama tercipta karena kesalahan Skotlandia.
Sampai dengan pertandingan memasuki menit ke-40. Skotlandia masih tanpa shot on target ke gawang Brasil.
Brasil memiliki 6 tembakan selama 40 menit bermain, 1 di antaranya on target.
Sedangkan Skotlandia hanya punya 2 tembakan, namun tidak ada yang tepat sasaran.
Rayan mendapatkan ruang tembak yang ideal pada menit ke-38.
Akan tetapi placing kaki kiri Rayan dari luar kotak penalti masih jauh dari gawang Skotlandia.
Pada menit ke-36 Rayan menyodok ke kotak penalti Skotlandia dengan ditempel ketat Robertson.
Bola kemudian dibuang Lewis Ferguson.
Akan tetapi wasit memberikan tendangan gawang dibanding sepak pojok untuk Brasil. Pemain Brasil melakukan protes.
as a preferred