Cedera, Pesilat Palembang Pantang 'Lempar Sabuk' di Piala Presiden

CNN Indonesia
Minggu, 28 Jun 2026 14:15 WIB
Pesilat saat beraksi di Kejuaraan Pencak Silat Piala Presiden 2026. (CNNIndonesia/Askar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Piala Presiden 2026 yang berlangsung pada 25-28 Juni di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur, menyajikan kisah perjuangan dari salah satu peserta.

Atlet putri dari kontingen Perisai Diri Palembang, Maharani Putri, memilih tetap menyelesaikan pertandingan hingga akhir meski mengalami cedera ankle.

Kontingen Perisai Diri Palembang sendiri membawa rombongan cukup besar yang terdiri dari 24 orang, termasuk para atlet dan orang tua pendamping.

Rani, sapaan akrabnya, yang turun di kategori fighter tersebut menceritakan bahwa kaki kirinya terkilir saat sedang bertanding. Akibat cedera engkel yang membengkak, ia mengaku kesulitan untuk melayangkan tendangan ke arah lawan yang memiliki postur tubuh lebih tinggi.

"Kaki aku kecetit sebelah kiri, keseleo. Ankle-nya kena, ini bengkak, jadi agak susah nendangnya. Lawannya juga tinggi," ujar Rani saat ditemui CNN Indonesia.com

Kendati mengalami kendala fisik yang cukup serius di tengah laga, ia menolak untuk menyudahi pertandingan lebih awal. Sang pelatih yang berada di sudut matras juga tidak memberikan sinyal menyerah dengan melemparkan sabuk ke dalam gelanggang.

"Selesai kok, enggak sampai DNF (Do Not Finish). Bisa-bisa saja kalau pelatihnya lempar sabuk, tapi pelatih aku enggak. Disuruh lanjutin saja, dikasih semangat. Enggak pernah menyerah sampai habis walaupun kalah poin," katanya.

Meskipun harus menelan kekalahan akibat selisih poin yang cukup jauh, pesilat yang sebelumnya pernah meraih Juara 3 pada Piala Menpora ini tidak patah arang. Ia menegaskan target ke depan adalah mengevaluasi teknik agar bisa meraih kemenangan di kompetisi berikutnya.

"Ambisiku mau dilanjutin supaya bisa menang terus. Enggak mikirin hal-hal yang aneh, mikirin silat terus. Tahun depan kalau ada turnamen ini lagi, pasti ikut lagi, harus banget," jelas Rani.

Sementara itu, rekan Rani yakni Khayla Duwita Putri (14) menjelaskan bahwa seluruh rombongannya berangkat secara mandiri dari Sumatra Selatan menuju Jakarta. Mereka menempuh perjalanan darat menggunakan bus dan mobil sejak hari Selasa.

"Kami dari Palembang pergi hari Selasa jam 2 siang, sampai jam 2 subuh di Jakarta lewat tol sampai Pelabuhan Bakauheni. Untuk biayanya kami bayar sendiri, sama orang tua. Dari 17 atlet yang ikut, mayoritas turun di kelas pemasalan," jelas Khayla.

Kompetisi inisiasi CNN Indonesia dan PB IPSI resmi berakhir pada Minggu (28/6) dengan agenda penutupan sekaligus penuntasan seluruh nomor pertandingan di kelas pemasalan.

Kontingen Perisai Diri Palembang berhasil membawa pulang sejumlah medali emas dari beberapa nomor yang mereka ikuti.

[Gambas:Video CNN]

(rhr/rhr/abs)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK