Neymar Terlihat Melakukan Pemanasan
Neymar terlihat melakukan pemanasan di pinggir lapangan bersama pemain-pemain Brasil lainnya.
Neymar kembali menjadi pemain cadangan dalam laga Brasil vs Jepang. (REUTERS/Phil Noble) |
Ikuti live report Brasil vs Jepang dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 di CNNIndonesia.com.
Neymar terlihat melakukan pemanasan di pinggir lapangan bersama pemain-pemain Brasil lainnya.
Neymar kembali menjadi pemain cadangan dalam laga Brasil vs Jepang. (REUTERS/Phil Noble) |
Pola pertandingan agak berubah pada awal babak kedua. Jepang seperti mencoba lebih berani menguasai bola dan tidak hanya menunggu serangan Brasil.
Opsi yang cukup berani bagi Jepang.
Endrick masuk pada awal babak kedua menggantikan Lucas Paqueta yang tampaknya mengalami cedera. Kolaborasi Endrick dengan Matheus Cunha dan Vinicius Junior akan menjadi salah satu yang dinantikan pendukung Brasil pada babak kedua.
Pertandingan babak kedua Brasil vs Jepang sudah dimulai. Jepang kuasai bola.
Guna mengetahui beragam berita soal Piala Dunia 2026, jangan lupa ikuti Gempita Bola Dunia di CNNIndonesia.com. Silakan klik di sini.
Jepang berupaya mencoba menyerang lebih gencar setelah hydration break. Selain mencoba menekan dengan bola, pemain-pemain Jepang juga berupaya melakukan pressing tanpa bola.
Tekanan tanpa bola itu kemudian bisa membuat Jepang melalui Kaishu Sano merebut bola. Sano tidak membuang kesempatan yang jarang ia miliki.
Setelah mencetak gol, Jepang kembali meladeni serangan-serangan Brasil dengan disiplin dan rapi dalam bermain bertahan.
Selama 45 menit plus 4 menit injury time pada babak pertama, tidak ada banyak peluang yang begitu berbahaya.
Brasil yang lebih banyak menguasai bola memiliki beberapa kans, tetapi tidak ada yang benar-benar mengancam gawang Zion Suzuki. Tercatat ada delapan tembakan dan hanya dua yang mengarah ke gawang.
Sementara Jepang menciptakan empat tembakan dan cuma satu yang terhitung shot on target alias mengarah ke gawang. Satu-satunya tembakan itu adalah gol yang dibuat Kaishu Sano.
Sepakan Kaishu Sano membuat bola masuk ke gawang Brasil yang dikawal Alisson Becker. (REUTERS/Pedro Nunes) |
"Lari, lari, lari, tendang dan berlari! Dengan tendangan halilintar dia cetak gol!"
Seperti itulah lagu OST anime Kapten Tsubasa dan seperti itu juga proses gol Kaishu Sano.
Jepang unggul 1-0 hingga babak pertama berakhir. Hasil yang bisa dibilang mengejutkan, tetapi juga tidak terlalu bikin syok.
Semua bisa terjadi di injury time. Selama wasit belum meniup peluit panjang, maka Brasil dan Jepang sama-sama punya kans mencetak gol. Brasil masih penasaran, Jepang kian percaya diri.
Serangan Brasil belum bisa menghadirkan peluang yang benar-benar mengancam gawang Jepang. Aksi individu maupun kolektif selalu menemui kegagalan.
Carlo Ancelotti harus memikirkan cara baru guna membuat anak asuhnya bisa menerobos pertahanan Jepang. (REUTERS/Phil Noble) |
Situasi tertinggal membuat Brasil terus menerus menekan, mencari celah, memanfaatkan ruang, dan memaksimalkan peluang. Hanya saja Vinicius Junior dan kawan-kawan masih kesulitan melepakan kawalan pemain Jepang yang bergerak rapi secara unit.
Ada sepakan yang mengarah ke gawang Jepang, tapi mudah saja diamankan Zion Suzuki.
Kaishu Sano tampil brilian. Memotong umpan lawan dan kemudian dengan kepercayaan diri tinggi menggiring bola dan menuntaskan sendiri peluang.
Bagaimana respons Brasil? Apakah Jepang akan mencetak gol kedua? Masih ada sederet misteri dalam sisa menit pertandingan.
Kaishu Sano (kiri) merayakan gol ke gawang Jepang bersama Keito Nakamura. (REUTERS/Annegret Hilse) |
Gol Kaishu Sano membuat Brasil harus lekas merespons. Jika tidak bisa membalas hingga babak pertama usai, bisa saja tekanan akan berlipat ganda di babak kedua.
Setelah hydration break, Jepang kembali menyerang. Sepertinya Ayase Ueda mendapat motivasi dari pelatih Hajime Moriyasu untuk lebih berani menyerang.
Pemain-pemain Jepang juga terlihat lebih berani melakukan pressing tanpa bola dan Kaishu Sano bisa mengintersep operan lawan kemudian menggiring bola, dan melepaskan sepakan yang membuat gawang Brasil bobol.
Menurut catatan statistik, Brasil unggul penguasaan bola hingga 70 persen. Kendati demikian, anak asuh Carlo Ancelotti tidak leluasa masuk ke zona berbahaya.
Pemain-pemain Jepang mampu menahan pressing Brasil dengan permainan yang solid.
Ritsu Doan (kiri) dan Douglas Santos berupaya mengamankan bola di tengah babak pertama yang alot. (IMAGN IMAGES via Reuters/TROY TAORMINA) |
Pertandingan Brasil vs Jepang sejauh ini berjalan cukup alot. Para pemain dari kedua kubu mencoba menjaga area masing-masing dengan disiplin.
Vinicius Junior (kiri) berebut bola dengan Kaishu Sano. (REUTERS/Pedro Nunes) |
Jepang mendapat tendangan bebas di dekat garis kotak penalti. Daichi Kamada melepaskan tendangan yang membentur pagar betis dan wasit memberi kode sepak pojok. Tim Samurai Biru gagal memanfaatkan set piece tersebut.
Jepang yang banyak diserang mencoba keluar dari tekanan. Ada sebuah crossing yang bisa dihalau pemain Brasil. Tim Samba kemudian melakukan serangan yang berujung sepakan Matheus Cunha. Bola ditepis Zion Suzuki.
Sepak pojok kemudian membuka peluang bagi Bruno Guimaraes melepas tembakan. Bola masih melebar dari sasaran.
Hingga sepuluh menit babak pertama berjalan, Brasil terus mendominasi. Dalam kurun satu menit terakhir, sebuah serangan Brasil memasuki kotak penalti Jepang.
Bruno Guimaraes mencoba melepaskan tembakan, namun mengenai salah seorang pemain Brasil lainnya.
Lantaran Brasil yang getol menyerang dan membuat si kulit bulat masuk ke area penalti Jepang, kiper Zion Suzuki pun sudah aktif bermain.
Kiper Parma itu sekali meninju bola, dan sekali memetik bola di udara. Sepertinya akan menjadi laga yang sibuk bagi Suzuki.
Kedua kesebelasan sama-sama menampilkan semangat yang menyala dan ambisi besar dalam laga perebutan tiket babak 16 besar ini.
Bruno Guimaraes mengangkat semangat suporter di tribune. (REUTERS/Phil Noble) |
Brasil menguasai bola dan mencoba memaksimalkan situasi setelah sepak mula. Sempat ada sepak pojok untuk Brasil pada menti ketiga, namun tidak ada ancaman berarti.
Sepak mula dilakukan. Pertandingan dimulai. Siapa menang? Kita ikuti dalam live report CNNIndonesia.com
Lagu kebangsaan dari kedua negara telah berkumandang. Sesaat lagi kick off babak pertama Brasil vs Jepang akan berlangsung.
Fans Jepang memberikan dukungan langsung ke Stadion Houston. (IMAGN IMAGES via Reuters/MARIA LYSAKER) |
Carlo Ancelotti dan Hajime Moriyasu menempatkan 11 pemain pertama yang bakal berduel dalam laga kedua babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Susunan Pemain Inti Brasil vs Jepang:
Brasil: Alisson Becker; Danilo, Marquinhos, Gabriel Magalhaes; Douglas Santos; Bruno Guimaraes, Casemiro, Lucas Paqueta; Rayan Matheus Cunha, Vinicius Junior.
Jepang: Zion Suzuki; Takehiro Tomiyasu, Shogo Taniguchi, Hiroki Ito; Ritsu Doan, Kaishu Sano, Daichi Kamada, Nakamura; Junya Ito, Daizen Maeda; Ayase Ueda.
Pertandingan Brasil vs Jepang menampilkan kekuatan lawas sepak bola dunia yang kini sedang mencari trofi keenam dengan sebuah identitas sepak bola dari kawasan Asia.
Selamat malam menjelang dini hari, pembaca CNNIndonesia.com di mana pun berada. Selamat mengikuti live report Brasil vs Jepang dalam laga 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Houston.
as a preferred