PSSI dan I.League Coba Longgarkan Penonton Tandang Musim Ini
Ketua PSSI Erick Thohir menyebut pihaknya dan operator Liga Indonesia, I.League akan mencoba melonggarkan regulasi penonton tandang di Super League 2025/2026.
Penonton tim tandang dilarang datang ke stadion sejak akhir 2022 usai Tragedi Kanjuruhan. Hingga kini, hanya suporter dari tim kandang diizinkan hadir di tribune.
Namun PSSI bersama I.League ingin penonton tandang secara bertahap dibolehkan datang langsung ke pertandingan. Namun Erick belum bisa menjelaskan penerapannya secara rinci.
"Liga sudah bicara dengan kami, mereka coba dilakukan pada saat nanti liga [musim 2026/2027. Dan kami dari PSSI sudah coba bicara dengan FIFA," kata Erick di Jakarta, Senin (6/7).
Erick menyampaikan, presentasi PSSI ke FIFA masih membuahkan catatan. Dalam hal ini, badan sepak bola dunia kembali mengungkit bahwa tragedi kelam pernah terjadi dan perlu jadi acuan PSSI dalam membentuk regulasi di liga ihwal penonton.
"FIFA memberi catatan yang cukup kompleks dan mengingatkan bahwa noda hitam yang pernah terjadi di Indonesia mengenai sepak bola kita, dan itu juga di dunia, harus tetap diingat. Artinya, saya sudah ingatkan liga, PSSI sudah berupaya, dan FIFA terbuka," ujar Erick.
Lebih lanjut, Erick meminta I.League konsisten dengan penerapan regulasi penonton tandang. Sebab menurutnya, FIFA bisa kembali mencabut izin kedatangan suporter tim tamu.
"Saya minta liga dan klub bertanggung jawab dengan tadi keputusannya, kalau ini ada away dan sewaktu-waktu itu bisa dicabut kembali. Karena itu liga kemarin tentu mereka melihat kelenturan daripada hubungan masing-masing suporter mungkin di tahap awalnya," ucapnya.
(ikw/dal)