Argentina Argentina
Round of 16
1'
0 - 0
Mesir Mesir
Atlanta Stadium

Apa Salah Ronaldo hingga Portugal Kandas di Piala Dunia 2026?

Askar Fatih Robbani | CNN Indonesia
Selasa, 07 Jul 2026 21:13 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Round of 16 - Portugal v Spain - Dallas Stadium, Arlington, Texas, U.S. - July 6, 2026 Portugal's Cristiano Ronaldo reacts after a missed chance REUTERS/Hannah Mckay
Ronaldo tak bisa bawa Portugal angkat trofi piala dunia. (REUTERS/Hannah McKay)

Dari sisi taktik, Portugal sebenarnya tampil disiplin kontra Spanyol. Skema 4-4-2 diterapkan untuk mematikan ruang tengah sekaligus meredam pengaruh Rodri sebagai gelandang jangkar Spanyol.

Bek tengah Portugal juga tampil agresif. Ruben Dias dan Renato Veiga kerap keluar dari garis pertahanan untuk menekan lebih dini pemain lawan yang menerima bola di antara lini.

Di sisi sayap, upaya La Furia Roja mengisolasi Lamine Yamal dalam duel satu lawan satu diredam Nuno Mendes yang ketat mengawal, dibantu Joao Felix yang rutin turun membantu menutup ruang gerak remaja Barcelona itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam skema serangan, Vitinha dan Joao Neves berperan sebagai deep-lying playmaker, sementara Bruno Fernandes kerap bergeser ke sisi kiri membentuk segitiga umpan bersama Mendes untuk membangun serangan lewat operan cepat satu-dua sentuhan.

Spanyol baru menemukan celah di paruh kedua. Tim Matador menciptakan gol dari tendangan bebas cepat usai pelanggaran Portugal di tengah lapangan.

Mikel Merino menuntaskan kombinasi apik usai Spanyol berhasil menempatkan dua pemain di antara lini pertahanan Portugal yang sesaat kehilangan kedisiplinan.

INFOGRAFIS: Jejak Ronaldo di Piala Dunia

Jika ditarik ke keseluruhan turnamen, Portugal menjalani lima laga di Piala Dunia 2026, tiga di fase grup dan dua di fase gugur. Mereka tergabung di Grup K bersama Kolombia, RD Kongo, dan Uzbekistan.

Laga perdana kontra RD Kongo berakhir imbang 1-1. Portugal sempat mendominasi penuh di awal laga, namun tumpul saat memasuki area sepertiga akhir lawan.

Kondisi sempat membaik di laga kedua kontra Uzbekistan. Ronaldo mencetak brace seiring evolusi perannya sebagai poacher yang pandai mencari ruang dan momen tepat di kotak penalti.

Performa Portugal kembali anjlok di laga ketiga kontra Kolombia yang berakhir 0-0. Bruno dan Vitinha kerap turun terlalu dalam sehingga saat membangun serangan, minim penetrasi vertikal ke arah Ronaldo.

Sementara itu, sisi kiri lewat Nuno Mendes berulang kali dihajar situasi dua lawan satu akibat Joao Felix lemah dalam transisi bertahan.

Kemudian saat jumpa Kroasia, ada faktor keberuntungan memihak saat menang dengan skor tipis 2-1.Dwi gol Os Navegadores tercipta lewat gol penalti Ronaldo dan tandukan brilian Goncalo Ramos di antara tiga bek lawan. Keberuntungan yang dimaksud ialah saat gol balasan Kroasia dianulir wasit karena offside.

Di titik inilah kritik mengarah ke Roberto Martinez. Ia jarang mengubah komposisi serang meski punya opsi lain.

Padahal, pilihan tersedia dengan menaruh Joao Felix sebagai striker, memainkan Rafael Leao dari sisi kiri sejak awal, atau langsung menurunkan Goncalo Ramos sebagai starter, alih-alih memaksakan Ronaldo bermain penuh 90 menit di setiap laga.

Martinez, yang sebelumnya menukangi generasi emas Belgia, kembali gagal memaksimalkan skuad penuh talenta. Sepanjang lima laga di 2026, ia tak sekali pun mencoba Ramos yang merupakan pemain dengan posisi striker murni sebagai opsi utama.

Hasilnya, Portugal kembali gagal juara. Ronaldo yang membela negaranya sejak 2006 belum pernah mengantar Selecao das Quinas mencicipi final Piala Dunia dengan rincian semifinal pada 2006, babak 16 besar 2010, gagal lolos grup 2014, tersingkir 16 besar 2018, kalah di perempat final 2022, dan kembali kandas di 16 besar pada 2026.

[Gambas:Video CNN]

(dal) Add as a preferred
source on Google

HALAMAN:
1 2