Scaloni Ungkap Alasan Menangis usai Laga Dramatis Argentina vs Mesir
Timnas Argentina melakukan comeback luar biasa untuk menumbangkan Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Rabu (8/7) dini hari WIB.
Argentina menang dramatis 3-2, setelah sebelumnya sempat tertinggal 0-2 terlebih dahulu dari Mesir. Skuad Mesir asuhan Hossam Hassan sempat berada di ambang kejutan terbesar dalam sejarah turnamen setelah unggul dua gol lebih dulu melalui aksi Yasser Ibrahim dan Mostafa Ziko.
Namun, rentetan gol telat dari Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez berhasil membalikkan takdir Argentina untuk menyegel tiket perempat final Piala Dunia 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keberhasilan dramatis ini membuat pelatih Argentina, Lionel Scaloni, tidak mampu membendung air matanya di pinggir lapangan. Ia mengaku emosinya terkuras habis menyaksikan perjuangan luar biasa anak-anak asuhannya.
"Apa yang kami lakukan hari ini sama hebatnya dengan apa pun yang telah kami capai di masa lalu bersama tim ini. Saya menangis karena saya sangat emosional," tutur Scaloni dalam sesi konferensi pers pascapertandingan, seperti dilansir The Sun Football.
"Namun satu hal yang pasti, tim ini tidak akan pernah mengecewakan dan meninggalkan masyarakat Argentina. Saya menderita sama besarnya dengan para suporter, tetapi itulah alasan mengapa saya menjadi pelatih, untuk mencintai momen-momen seperti ini," tambah pelatih yang membawa Argentina juara dunia 2022 tersebut.
Scaloni juga memuji habis-habisan mental baja para pemainnya yang tidak panik meski berada di bawah tekanan besar selama 80 menit pertandingan lawan Mesir.
"Sebelum wasit meniup peluit panjang, pertandingan belum berakhir. Semakin buruk situasi yang kami hadapi, semakin besar pula daya juang yang diberikan para pemain ini. Kami memiliki skuad yang percaya bahwa kemenangan itu mungkin diraih, dan paham bahwa kekalahan pun bisa terjadi. Hal itu membuat mereka tetap tenang dan percaya pada diri sendiri," ungkap pelatih berusia 48 tahun itu.
"Sepak bola memang bicara soal taktik dan strategi, tetapi juga tentang hati. Kami selalu siap menghadapi situasi sesulit apa pun. Jika kami harus kalah, saya ingin kalah dengan cara bermain seperti hari ini," tambahnya.
Scaloni secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada sang kapten, Lionel Messi, yang tetap tampil dingin dan menjadi inspirator kemenangan meski sempat gagal mengeksekusi penalti di awal laga.
"Leo [Messi] bisa saja menyerah setelah gagal penalti. Namun, dia selalu meminta bola lagi, mencoba lagi, dan terus mencoba. Hal itu membuat saya merinding," pungkas Scaloni.
Di babak perempat final Piala Dunia 2026, Argentina bakal menghadapi Swiss, yang di babak 16 besar berhasil menyingkirkan Kolombia lewat drama adu penalti.
(wiw/jun) Add
as a preferred source on Google
