ANALISIS

Mampukah Kuda Troya Belgia Bikin Spanyol Porak-poranda?

CNN Indonesia
Jumat, 10 Jul 2026 15:03 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Round of 32 - Spain v Austria - Los Angeles Stadium, Inglewood, California, U.S. - July 2, 2026 Spain's Pedro Porro celebrates scoring their second goal with Alex Baena and Marc Cucurella REUTERS/Lisi Niesner
Spanyol belum kebobolan di Piala Dunia 2026. (REUTERS/Lisi Niesner)

Prinsip utama dalam strategi Kuda Troya adalah menyembunyikan prajurit ke dalam patung kuda besar untuk masuk ke benteng lawan. Siasat ini agaknya mirip dengan situasi Romelu Lukaku.

Dari lima pertandingan, striker 33 tahun selalu berlaga. Namun hanya satu kali Lukaku merumput sebagai starter. Empat di antaranya beraksi dari bangku cadangan.

Sebab Belgia punya ujung tombak menjanjikan bernama Charles De Ketelaere. Sudah dua gol dari empat pertandingan dipersembahkan pemain 25 tahun itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kendati demikian, dari statistik jelas bahwa De Ketelaere belum bisa jadi jawaban tunggal saat Belgia butuh jalan keluar. Dua golnya baru dicetak saat menghadapi Amerika Serikat di babak 16 besar.

Sedangkan sebelum De Ketelaere mencetak gol, Belgia bergantung pada nama-nama lain seperti Alexis Saelemaekers, Kevin De Bruyne, Leandro Trossard, dan Romelu Lukaku.

Lagi-lagi Lukaku. Predikat supersub pantas disandang pemain 190 cm itu karena dengan menit bermain minim punya jumlah gol lebih tinggi.

Di satu sisi, boleh jadi pula Lukaku adalah prajurit dan De Ketelaere merupakan Kuda Troya-nya. Rudi Garcia tak memainkan Lukaku lebih awal agar pemain Napoli itu lebih segar ketika diperlukan dalam memecah kebuntuan.

Eks pemain Manchester United itu jadi pembeda ketika mencetak gol di akhir babak kedua lawan Senegal. Tugas sebagai juru gedor juga dituntaskan dengan menjebol gawang Selandia Baru dan Amerika Serikat meski berstatus pemain pengganti.

Dengan hal ini, Spanyol mesti waspada jika Belgia kembali mencadangkan Lukaku. Jika salah strategi, La Furia Roja bisa kebobolan di menit akhir dan terpaksa gigit jari.

Spanyol perlu konsisten dalam merapatkan benteng pertahanan di sepanjang pertandingan. Sebab belakangan, Piala Dunia 2026 jadi pentas unjuk gigi pemain pengganti.

Dalam catatan Opta, ada 18,6 persen pencetak gol merupakan pemain cadangan hingga perempat final. Data ini hanya terpaut tipis dengan keseluruhan Piala Dunia 2014 (18,7 persen). Artinya, persentasi bisa terus meninggi.

Jika pemain cadangan terus mencetak gol, maka terbuka kemungkinan Piala Dunia 2026 punya persentase tertinggi sejak data dibuat pada Piala Dunia 1970.

Dengan maksimal pergantian pemain lima orang, maka skema ini jadi salah satu acuan pelatih dalam menyusun strategi. Dalam konteks Spanyol vs Belgia, tim terbaik adalah keberhasilan memaksimalkan pemain cadangan.

[Gambas:Video CNN]

(ikw/jal) Add as a preferred
source on Google

HALAMAN:
1 2