Rapor Inggris di Semifinal: Dihantui Kutukan Penalti dan Drama
Daftar Isi
- 1. Inggris 2-1 Portugal - Semifinal Piala Dunia 1966
- 2. Jerman Barat 1-1 Inggris (Jerman Barat Menang Penalti 4-3) - Semifinal Piala Dunia 1990
- 3. Jerman 1-1 Inggris (Jerman Menang Penalti 6-5) - Semifinal Euro 1996
- 4. Kroasia 2-1 Inggris (Lewat Extra Time) - Semifinal Piala Dunia 2018
- 5. Inggris 2-1 Denmark (Lewat Extra Time) - Semifinal Euro 2020
- 6. Inggris 2-1 Belanda - Semifinal Euro 2024
Timnas Inggris bersiap melakoni laga hidup-mati kontra Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 usai mendepak Norwegia 2-1 pada akhir pekan lalu.
Pertandingan semifinal di Stadion Atlanta nanti akan menjadi penampilan semifinal keempat bagi Inggris di panggung Piala Dunia sepanjang sejarah.
Secara total, duel tengah pekan ini akan menjadi semifinal ketujuh bagi The Three Lions di turnamen mayor (Piala Dunia dan Euro), tidak termasuk Euro 1968 yang kala itu formatnya langsung dimulai dari babak empat besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menjelang laga krusial tersebut, melansir ESPN, menarik untuk merangkum rekam jejak dan rapor penampilan Inggris dalam enam laga semifinal turnamen mayor terdahulu. Berikut ulasannya:
1. Inggris 2-1 Portugal - Semifinal Piala Dunia 1966
Portugal menantang Inggris di Stadion Wembley dengan rekor impresif 100 persen kemenangan di mana sang striker legendaris, Eusebio, sukses mengemas 7 dari total 14 gol Portugal.
Namun, dua gol Bobby Charlton di masing-masing babak berhasil membawa Inggris unggul. Gol penalti Eusebio di akhir laga hanya menjadi hiburan. Inggris melaju ke final dan keluar sebagai juara dunia untuk pertama sekaligus terakhir kalinya.
2. Jerman Barat 1-1 Inggris (Jerman Barat Menang Penalti 4-3) - Semifinal Piala Dunia 1990
Laga di Stadio delle Alpi, Turin, Italia ini menjadi awal dari kutukan panjang adu penalti Inggris sekaligus tangisan ikonik Paul Gascoigne.
Gary Lineker sempat menyamakan kedudukan setelah Inggris tertinggal akibat gol defleksi Andreas Brehme. Masuk ke babak tos-tosan, eksekusi Stuart Pearce berhasil ditepis kiper lawan dan sepakan Chris Waddle melambung tinggi di atas mistar.
3. Jerman 1-1 Inggris (Jerman Menang Penalti 6-5) - Semifinal Euro 1996
Musuh yang sama, hasil akhir yang sama, dan luka yang membekas di Stadion Wembley. Alan Shearer sempat membawa Inggris unggul cepat lewat sundulan, sebelum disamakan oleh Stefan Kuntz.
Dalam adu penalti, 10 penendang pertama sukses menjalankan tugasnya, sebelum eksekusi Gareth Southgate yang kini menjadi mantan manajer Inggris membentur mistar dan menjadi penentu kegagalan. Sejarah mencatat Inggris lebih sering menelan pil pahit di fase empat besar akibat drama adu penalti atau gol di masa perpanjangan waktu.
4. Kroasia 2-1 Inggris (Lewat Extra Time) - Semifinal Piala Dunia 2018
Gareth Southgate yang bertindak sebagai manajer sukses membawa Inggris kembali ke papan atas. Asa sempat membumbung tinggi setelah Kieran Trippier mencetak gol indah lewat eksekusi tendangan bebas cepat.
Namun, Kroasia membalas lewat Ivan Perisic di pertengahan babak kedua di Stadion Luzhniki, Moskow, sebelum Mario Mandzukic mencetak gol pembunuh di babak extra time.
5. Inggris 2-1 Denmark (Lewat Extra Time) - Semifinal Euro 2020
Suporter Inggris sempat cemas saat Mikkel Damsgaard menjebol gawang Tiga Singa lebih dulu. Beruntung, gol bunuh diri Simon Kjaer menyelamatkan Inggris dan memaksa laga berlanjut ke babak extra time.
Inggris terhindar dari adu penalti setelah Harry Kane menyambar bola muntah hasil penaltinya sendiri yang sempat ditepis. Langkah Inggris ke final berakhir antiklimaks setelah kalah adu penalti dari Italia.
6. Inggris 2-1 Belanda - Semifinal Euro 2024
Gol dramatis Ollie Watkins di menit-menit akhir babak kedua mengantarkan Gareth Southgate ke final turnamen mayor keduanya sebagai manajer Inggris. Sebelumnya, penalti Harry Kane sukses membatalkan gol spektakuler Xavi Simons.
Dua pemain pengganti, Cole Palmer dan Watkins, berkombinasi apik melahirkan gol kemenangan, meski pada akhirnya Inggris kembali patah hati setelah ditekuk Spanyol di laga puncak.
(wiw/jun) Add
as a preferred source on Google
