PIALA DUNIA 2026

Prancis vs Spanyol: Les Bleus Tak Siapkan Strategi Khusus Anti-Yamal

CNN Indonesia
Selasa, 14 Jul 2026 11:20 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Quarter Final - Spain v Belgium - Los Angeles Stadium, Inglewood, California, U.S. - July 10, 2026 Spain's Lamine Yamal reacts after being fouled by Belgium's Leandro Trossard IMAGN IMAGES via Reuters/Jessie Al
Winger muda andalan Spanyol di Piala Dunia 2026, Lamine Yamal. (IMAGN IMAGES via Reuters/JESSIE ALCHEH)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gelandang Timnas Prancis, Adrien Rabiot, menegaskan timnya tidak menyiapkan strategi khusus atau 'rencana anti-Lamine Yamal' menjelang laga semifinal Piala Dunia 2026 kontra Spanyol, Rabu (15/7) dini hari WIB.

Dua tim raksasa Eropa ini akan saling jegal di Stadion Dallas demi memperebutkan satu tiket berharga menuju partai final Piala Dunia 2026. Meskipun publik sangat menantikan magis dari bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, Prancis enggan terdistraksi hanya oleh satu nama.

"Tidak ada rencana khusus untuk mematikan Lamine Yamal. Fokus kami adalah menghadapi Spanyol sebagai sebuah tim, bukan hanya pada satu pemain individu," ujar Rabiot kepada awak media, seperti dilansir Barca Blaugranes.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami tahu betul mereka sangat berbahaya di setiap lini: Yamal, barisan penyerang mereka, penguasaan bola mereka, kemampuan mereka menemukan ruang kosong di dekat kotak penalti, hingga permainan kombinasi mereka. Kami harus mewaspadai semua itu. Saya rasa salah besar jika kami hanya fokus pada satu individu saja," jelas Rabiot.

Pertemuan ini sekaligus memicu kembali ingatan publik akan tensi panas antara Rabiot dan Yamal di masa lalu. Sebelum semifinal Euro 2024 lalu, Rabiot sempat melontarkan psywar dengan menyebut Yamal 'harus berbuat lebih banyak' jika ingin mengalahkan Prancis.

Yamal kemudian membalas langsung di atas lapangan lewat gol spektakuler dalam kemenangan 2-1 Spanyol, sekaligus menyindir balik Rabiot di media sosial setelah laga usai.

Namun, saat kembali dicecar jurnalis mengenai perseteruan masa lalu tersebut menjelang laga semifinal Piala Dunia ini, Rabiot justru tampak enggan mengingatnya.

"Saya tidak ingat persis pernyataan-pernyataan itu. Namun, jika saya memang pernah mengatakannya, itu karena itulah yang saya pikirkan saat itu. Bagaimanapun, ini tetaplah sebuah pertandingan sepak bola, dan kami tidak takut kepada siapa pun," tegas mantan pemain Juventus tersebut.

Gelandang berusia 31 tahun itu memastikan kondisi internal skuad Les Bleus saat ini berada di level tertinggi dan sangat siap tempur untuk menantang La Furia Roja

Banner Gempita Bola 2026

"Melihat perjalanan kami sejauh ini, kami tiba di semifinal dalam kondisi terbaik yang memungkinkan. Semua faktor mendukung kami. Sejujurnya, saya rasa sulit bagi kami untuk bisa bersiap lebih baik dari ini. Biarkan lapangan yang menentukan, karena ini adalah sepak bola," pungkas Rabiot.

Pemenang dari laga sengit antara Spanyol vs Prancis ini nantinya akan melaju ke partai puncak Piala Dunia 2026 untuk menghadapi pemenang dari laga semifinal lainnya antara Argentina kontra Inggris.

[Gambas:Video CNN]

(wiw/nva) Add as a preferred
source on Google