Kutukan Berlanjut, Peraih Ballon d'Or Aktif Gagal Juara Piala Dunia
Bagaimana jika status sebagai peraih Ballon d'Or aktif di ajang Piala Dunia sebenarnya adalah sebuah kutukan? Sebutan kutukan mungkin dianggap berlebihan, tapi ini terjadi sejak 1956 alias sudah 70 tahun.
Catatan statistik ini kembali menimpa Timnas Prancis di Piala Dunia 2026, yang di dalam skuadnya terdapat pemenang Ballon d'Or aktif, yakni Ousmane Dembele.
Prancis gagal melaju ke final Piala Dunia 2026 usai kalah 0-2 dari Spanyol di semifinal yang berlangsung Rabu (15/7) dini hari WIB di Stadion Dallas, Texas, Amerika Serikat.
Faktanya sangat sederhana: sejak Ballon d'Or atau trofi bergengsi untuk pemain terbaik dunia itu pertama kali diciptakan pada 1956, belum pernah ada satu pun pemain berstatus peraih Ballon d'Or aktif yang mampu mengangkat trofi Piala Dunia di tahun yang sama!
Dari 17 edisi Piala Dunia yang melibatkan pemenang Ballon d'Or aktif, sang pemain terbaik dunia tercatat hanya mampu mengantarkan negaranya menembus babak final sebanyak lima kali. Sisanya? Selalu berujung dengan kegagalan tragis.
Bukan bermaksud untuk mengerahkan bersikap kalah sebelum bertanding, tapi statistik minor ini yang belakangan menjadi disebut kutukan, nyatanya terus berlanjut. Dembele gagal mematahkan kutukan ini.
Padahal, Les Bleus merupakan salah satu tim favorit juara Piala Dunia 2026, terutama setelah melihat sepak terjang mereka yang meyakinkan sejak di fase grup.
Berdasarkan catatan sejarah, sepanjang perhelatan sepak bola terakbar di bumi ini, nama-nama legendaris seperti Johan Cruyff (1974), Karl-Heinz Rummenigge (1982), Roberto Baggio (1994), hingga Ronaldo Nazario (1998) semuanya harus puas keluar sebagai runner-up saat datang ke Piala Dunia dengan status pemain terbaik dunia.
Mitos ini terus bertahan hingga saat ini dan menjadi tantangan tersendiri bagi tim yang pada Piala Dunia 2030 memiliki pemain peraih Ballon d'Or aktif.
(wiw/nva)