Kisah di Balik Selebrasi Pedro Porro Usai Tekuk Prancis di Piala Dunia
Bek kanan tim nasional (timnas) Spanyol, Pedro Porro, melakukan aksi selebrasi emosional usai mencetak gol ke gawang Prancis pada laga semifinal Piala Dunia 2026, Rabu (15/7) WIB.
Spanyol sukses membungkam Prancis dengan skor 2-0 untuk mengamankan tiket ke babak final piala dunia 2026. Pedro Porro menggandakan skor pada menit ke-58 lewat skema serangan balik cepat yang mematikan.
Namun, bukan hanya gol indahnya yang menjadi perbincangan, melainkan arti di balik selebrasinya. Bintang Tottenham Hotspur tersebut berlari ke pinggir lapangan, lalu duduk di atas rumput stadion sembari mengangkat tinju kanannya tinggi-tinggi ke udara.
Belakangan terungkap bahwa aksi tersebut merupakan pesan penghormatan khusus bagi putra kecilnya yang baru berusia hampir satu tahun, Pedro Jr. alias 'Pedrito'.
Gerakan duduk dan mengangkat tangan itu adalah tiruan persis dari tingkah jenaka Pedrito di rumah setiap kali sang ibu bertanya bagaimana ayahnya merayakan gol.
Sayangnya, momen mengharukan di panggung tertinggi sepak bola dunia itu tidak bisa disaksikan langsung oleh sang anak di tribun. Bocah malang tersebut mendadak terserang demam tinggi sesaat sebelum laga dimulai hingga memaksa ibunda Porro harus rela tinggal di hotel demi merawat sang cucu.
"Ibu saya tidak bisa datang ke stadion karena si kecil sedang demam," ungkap Porro usai laga.
"Itu hal yang normal bagi balita, mungkin karena tumbuh gigi atau fase pertumbuhan lainnya. Namun, saya memutuskan agar dia tetap tinggal di hotel saja. Semuanya baik-baik saja, saya mengirimkan lambaian kecil dan gerakan tinju itu untuknya dari lapangan. Semoga besok dia sudah merasa lebih baik," tambahnya.
Proses terjadinya gol Porro terbilang ciamik. Ia menusuk ke dalam kotak penalti, melakukan kerja sama one-two yang tak terduga dengan lini depan La Roja, mengecoh barisan pertahanan Les Bleus, dan dengan tenang menaklukkan penjaga gawang Prancis dalam situasi one-on-one dengan kiper.
Selain lolos ke final Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah mereka setelah tahun 2010, tim asuhan Spanyol ini juga berhasil menyamai rekor fantastis Italia dengan 37 laga beruntun tak terkalahkan di kancah Eropa.
Di sisi lain, kiper Unai Simon menorehkan sejarah baru sebagai penjaga gawang pria pertama yang mencatat enam clean sheet dalam satu edisi Piala Dunia. Porro menegaskan bahwa pencapaian ini adalah buah dari kerja keras seluruh elemen tim, bukan sekadar statistik individu.
"Kemenangan ini milik kami ber-26, seluruh staf pelatih, dan semua orang yang mendukung kami dari rumah. Tidak mudah bagi keluarga pemain yang telah menempuh perjalanan sejauh ini, jadi kemenangan ini saya dedikasikan penuh untuk mereka semua," pungkas bek berusia 26 tahun tersebut.
Lihat Juga : |