Perasaan Harry Kane Hancur usai Inggris Kena Comeback Argentina
Sang juara bertahan Argentina bangkit dari ujung tanduk untuk menumbangkan Inggris sekaligus melaju ke babak final Piala Dunia 2026 menghadapi Spanyol pada hari Minggu nanti waktu setempat atau Senin (20/7) dini hari WIB.
Gol telat dari Enzo Fernandez dan Lisandro Martinez, yang lahir berkat kreasi dua assist Lionel Messi, menghasilkan drama pembalik keadaan di Stadion Atlanta, Amerika Serikat.
Momen krusial ini tercipta tepat saat Inggris tampak sangat dekat dengan laga final pertama mereka dalam 60 tahun terakhir, menyusul gol pembuka Anthony Gordon pada menit ke-55.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun takdir berkata lain. La Albiceleste melakukan aksi comeback fantastis lagi setelah sempat melakukannya di babak 16 besar saat mendepak Mesir. Inggris sendiri harus mengubur mimpinya kembali tampil di final Piala Dunia setelah 60 tahun.
Usai peluit panjang berbunyi, kapten tim nasional Inggris, Harry Kane, tidak dapat menyembunyikan rasa kecewa dan kesedihan mendalam setelah Tiga Singa kembali gagal di fase krusial.
"Saya sangat hancur [seperti halnya] tim, staf, dan para penggemar. Kami bermain bagus di sebagian besar jalannya pertandingan. Namun, ketika kami unggul 1-0, kami tampaknya hanya mencoba untuk bertahan. Di level tertinggi seperti ini, taktik bertahan saja jelas tidak cukup," ujar Kane, seperti dilansir situs resmi FIFA.
"Kami telah bekerja sangat keras untuk bisa berada di titik ini. Para pemain telah memberikan setiap tetes darah, keringat, dan air mata mereka. Gugur dengan cara seperti ini sungguh sangat menyakitkan," ucap striker Bayern Munich ini.
Kane juga memaparkan analisisnya mengenai bagaimana armada Thomas Tuchel perlahan kehilangan kendali permainan setelah sempat mendominasi di paruh pertama.
"Di babak pertama dan awal babak kedua, kami menekan mereka dengan sangat baik. Kami memberikan banyak tekanan tinggi di area pertahanan mereka. Hal itu membuat kami bisa merebut bola dan mengontrol tempo permainan," beber Kane.
"Namun setelah gol [Inggris], entah karena mereka menumpuk lebih banyak pemain di depan atau kami yang tidak mampu mengimbangi mereka secara individu, yang terjadi setelahnya hanyalah gelombang serangan demi gelombang serangan dari Argentina. Rekan-rekan sudah berupaya melakukan blokade, tetapi pada akhirnya itu tidak cukup," jelas pemain berusia 32 tahun ini.
Meski harus pulang dengan tangan hampa, eks penyerang Tottenham Hotspur tersebut meminta timnya untuk tetap menegakkan kepala dan fokus mengejar kepingan taktik yang dinilainya masih kurang.
"Kami memiliki banyak momen bagus di turnamen ini. Banyak pertandingan hebat, dan berhasil mencapai semifinal lainnya. Kami sering berbicara tentang 'mengetuk pintu' [menuju juara]. Kami sudah sangat dekat, kami hanya perlu menemukan kepingan yang hilang di fase akhir turnamen ini," ucap Kane.
(wiw/ptr) Add
as a preferred source on Google
