Final Piala Dunia 2026: Mahkota untuk Spanyol atau Argentina?
Melewati segala dinamika, pada akhirnya Argentina kembali berpeluang juara. Tapi mereka tak bisa terus berharap pada keajaiban dalam mengincar kemenangan.
Perjalanan La Albiceleste menuju laga puncak bak roller coaster. Penonton dibuat tak tenang menyaksikan Argentina nyaris binasa selama fase knockout.
Argentina nyaris kalah lawan Cape Verde di 32 besar, Mesir di 16 besar, Swiss di perempat final, dan Inggris di semifinal. Bukan tak mungkin skenario serupa bisa terjadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlebih lawan di partai final adalah tim paling solid di Piala Dunia 2026. Baru satu kali Spanyol kebobolan dan itu bukan kebetulan.
Spanyol punya lini belakang tak tergantikan sepanjang turnamen berlangsung. Dari lima laga terakhir hanya posisi bek kanan pernah diganti dalam susunan starting line-up.
La Furia Roja juga punya gaya bermain ekstra rapat karena mengandalkan umpan pendek dan cepat. Mau tak mau pemain mesti berdiri saling dekat baik dalam skema bertahan maupun menyerang.
Di sinilah letak ujian bagi Argentina. Sebab kebetulan mereka punya gaya senada. Dan berkali-kali Albiceleste kesulitan karenanya.
Dengan pakem 4-4-2, Argentina berkali-kali bertemu jalan buntu dengan gaya ini termasuk saat berjumpa dengan tim berkualitas di bawah mereka. Ambil contoh lawan Cape Verde dan Mesir. Beruntung Scaloni berkreasi dengan menggeser Messi lebih lebar untuk membuka ruang bagi peluang.
Meski pada akhirnya Argentina mampu keluar dari lubang jarum di laga sebelumnya, pendekatan serupa bakal sulit diterapkan lawan Spanyol. Ini karena wakil Eropa punya kerapatan seperti disebutkan tadi.
Argentina jelas bakal kesulitan. Jika tak berkreasi lebih dini, Spanyol bakal mencuri gol lebih dulu. Jika itu terjadi dan Albiceleste gagal membalikkan keadaan, siap-siap gelar juara harus diserahkan.
(ikw/jun) Add
as a preferred source on Google