ANALISIS

Ramalan Guardiola dan Spanyol yang Diam-diam Sempurna

Juprianto Alexander | CNN Indonesia
Senin, 20 Jul 2026 19:50 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Final - Spain v Argentina - New York/New Jersey Stadium, East Rutherford, New Jersey, U.S. - July 19, 2026 Spain's Ferran Torres lifts the trophy with teammates after winning the World Cup REUTERS/Kai Pfaffenba
Spanyol sempat diragukan karena ditahan imbang Cape Verde pada laga perdana fase grup Piala Dunia 2026. (REUTERS/Kai Pfaffenbach)

Besarnya peran Rodri terlihat di dua pertandingan terakhir melawan Prancis dan Argentina. Prancis bahkan begitu ditakuti dan difavoritkan menjadi juara karena berbahayanya trio Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise.

Namun, kehebatan Prancis itu bisa dinetralisir oleh Rodri dan kawan-kawan. Pressing tinggi yang dilakukan plus kecerdikan La Furia Roja mengelola permainan membuat Prancis tak berkutik dan kalah 0-2. Spanyol lolos relatif mudah ke final.

Saat melawan Argentina, Spanyol lagi-lagi membuktikan kolektivitas permainan mereka yang jempolan. Para pemain Spanyol bahkan berhasil membuat Lionel Messi jauh dari area kotak penalti selama 120 pertandingan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Redupnya penampilan Messi yang datang dengan catatan 8 gol dan 4 assist di Piala Dunia 2026 membuat Argentina limbung. Beruntung Messi dan kawan-kawan tidak kalah dengan skor yang lebih telak.

Menariknya, Spanyol keluar sebagai di Piala Dunia 2026 tanpa banyak sorotan. Meski difavoritkan sejak awal, tim Matador sejatinya baru dianggap sebagai kandidat serius meraih gelar usai menjinakkan Prancis.

Sebelum itu, sorotan lebih banyak mengarah ke individu atau timnas lain. Di awal turnamen, publik dibuai dengan romantisme last dance Messi dan Cristiano Ronaldo.

Messi kemudian jadi yang paling menonjol karena menggendong Argentina hingga partai puncak. Obrolan seputar ketajaman Erling Haaland bersama Norwegia lalu luar biasanya daya ledak serangan Prancis juga lebih masif terdengar.

Di sisi lain, Spanyol berjalan dalam senyap. Keraguan skuad Spanyol tak luntur meski status favorit juara dipertanyakan karena ditahan imbang tanpa gol oleh tim debutan Cape Verde yang menawan bersama kiper mereka, Vozinha.

Satu per satu lawan bisa dilewati. Tujuh pertandingan dimenangi oleh Spanyol setelah hasil imbang mengecewakan kontra Cape Verde di Stadion Atlanta, 15 Juni lalu. Spanyol mengalahkan tim-tim seperti Arab Saudi (4-0), Uruguay (1-0), Austria (3-0), Portugal (1-0), Belgia (2-1), dan Prancis (2-0) dalam waktu 90 menit.

Baru di partai final, Spanyol harus bertanding hingga babak perpanjangan waktu saat mengalahkan Argentina. Pada akhirnya, Spanyol mengakhiri Piala Dunia 2026 dengan berdiri di podium tertinggi.

Spanyol juara Piala Dunia dengan torehan sejarah karena jadi tim yang paling sedikit kebobolan sepanjang turnamen. Kiper Unai Simon hanya satu kali memungut bola dari gawangnya ketika menang tipis atas Belgia.

Spanyol pun meraih gelar Piala Dunia untuk kali kedua tanpa banyak drama di Piala Dunia 2026.

[Gambas:Video CNN]

(jal/jun) Add as a preferred
source on Google

HALAMAN:
1 2