Kisah Cucurella 2 Kali Perayaan Angkat Trofi 'Diganggu' Trump

CNN Indonesia
Senin, 20 Jul 2026 20:46 WIB
Presiden AS Donald Trump masuk dalam bingkai foto perayaan juara Piala Dunia 2026 Timnas Spanyol. (IMAGN IMAGES via Reuters/MARK J REBILAS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Untuk kedua kalinya dalam dua tahun terakhir, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memastikan dirinya menjadi bagian dari momen perayaan angkat trofi juara sebuah tim sepak bola.

Melansir The Guardian, trofi Piala Dunia menanti diangkat di Stadion New York New Jersey, AS, usai Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 di laga final yang digelar Senin (20/7) dini hari WIB.

Presiden FIFA Gianni Infantino bersama Trump berdiri setelah menyerahkan trofi Piala Dunia ke kapten Timnas Spanyol, Rodri, yang siap mengangkatnya tinggi-tinggi sebagai perayaan juara turnamen sepak bola paling bergengsi sejagat.

Meski sempat disambut cemoohan dan sorakan riuh dari penonton di stadion, Trump tetap berdiri mendampingi prosesi penyerahan trofi. Ia bahkan bertahan di atas panggung penyerahan gelar saat skuad Spanyol merayakan puncak kejayaan mereka.

Namun, yang menarik, pemandangan ini tidak mengejutkan bagi bek kiri Spanyol, Marc Cucurella. Pemain berusia 28 tahun itu dua kali memiliki pengalaman perayaan angkat trofi timnya diganggu dengan kehadiran Trump.

Pengalaman pertama gangguan itu terjadi ketika membela Chelsea yang menjuarai Piala Dunia Antarklub 2025, dan kedua tentu saja dalam perayaan Spanyol juara Piala Dunia 2026.

Trump kembali masuk dalam bingkai foto selebrasi juara tim yang dibela Cucurella dalam kurun waktu sekitar satu tahun.

Sebelum laga final Piala Dunia 2026 digelar, Cucurella sempat membagikan pengalaman uniknya saat pertama kali bertemu Trump di final Piala Dunia Antarklub 2025 di stadion yang sama, kala Chelsea membantai PSG 3-0.

Menurut laporan The Sun, melansir Give Me Sport melalui wawancara Gerard Romero, Cucurella mengungkapkan bahwa para pemain Chelsea sebenarnya telah diberi instruksi yang sangat spesifik sebelum penyerahan trofi digelar.

"Kami diberitahu bahwa sesuai aturan, Donald Trump akan datang menyerahkan trofi dan kami tidak boleh mengangkatnya sampai dia meninggalkan panggung," kenang Cucurella.

"Kami semua berdiri menunggu dia (Trump) pergi, tetapi pria itu tidak mau bergeming. Dia malah melihat ke arah kami dan berkata, 'Angkat saja trofinya, saya akan tetap berada di sini'," ucap Cucurella menirukan perkataan Trump.

Situasi tersebut membuat para pemain Chelsea serba salah antara mematuhi protokol awal atau mengikuti perintah sang Presiden AS. Bagi pemain yang biasa berhadapan dengan penyerang sayap menakutkan di Premier League, Cucurella mengaku situasi itu justru membuatnya cukup bergidik.

"Saya berpikir, siapa yang berani menegurnya... Saya benar-benar takut setengah mati," ujar dia sembari tertawa. Pada akhirnya, kapten Chelsea Reece James tetap mengangkat trofi tersebut di samping Trump yang tersenyum lebar.

[Gambas:Video CNN]

(wiw/jun)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK