WAWANCARA EKSKLUSIF

Magomed Ankalaev: UFC, Puasa, dan Cerita Kepincut Kopi Indonesia

CNN Indonesia
Rabu, 22 Jul 2026 20:23 WIB
Mar 8, 2025; Las Vegas, Nevada, USA; Magomed Ankalaev (blue gloves) reacts after defeating Alex Pereira (not pictured) during UFC 313 at T-Mobile Arena. Mandatory Credit: Stephen R. Sylvanie-Imagn Images
Magomed Ankalaev akan hadapi Khalik Rountree di UFC Fight Night Abu Dhabi. (Reuters Connect/Stephen R. Sylvanie)
Jakarta, CNN Indonesia --

Petarung UFC kelas light heavyweight, Magomed Ankalaev, akan kembali naik octagon dalam UFC Fight Night Abu Dhabi, Minggu (26/7) dini hari WIB.

Fighter 34 tahun itu akan menghadapi Bogdan Guskov setelah pergantian lawan dari Khalik Rountree. Namun Magomed tak peduli sosok lawan karena pria asal Dagestan itu hanya memburu kemenangan.

Duel akhir pekan ini adalah pertarungan pertama Magomed setelah dikalahkan Alex Pereira di UFC 320 tahun lalu. Laga ini bak pelampiasan bagi fighter penggemar kopi itu untuk kembali merebut kejayaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mempelajari gaya bertarung lawan jadi salah satu resep Magomed mencari celah. Menonton pertandingan sebelumnya kian intens dilakukan.

CNNIndonesia.com berkesempatan mewawancarai Magomed Ankalaev. Ia menceritakan intensitas persiapan sekaligus menyempatkan waktu untuk menyeruput kopi sebagai tambahan energinya.

Berikut wawancara CNNIndonesia.com dengan Magomed Ankalaev:

Lawan Anda berubah dari Khalil menjadi Bogdan, apakah dari segi persiapan juga ada perubahan?

Sejujurnya tidak banyak perubahan dalam persiapan. Lawan saya sebelumnya [Khalil] adalah seorang striker dan lawan saya kini juga striker.

Satu-satunya perbedaan adalah salah satunya bergaya ortodoks dan satunya lagi bukan ortodoks dan kidal. Jadi tidak banyak perbedaan dalam persiapan.

Apa yang Anda pelajari dari Bogdan? Apakah Anda menonton pertarungan dia sebelumnya?

Saya tahu dia punya pukulan keras. Dia penyerang andal. Saya menonton pertarungannya dengan Jan Blachowicz.

Dia penyerang hebat. Itu saja yang saya tahu. Sisanya adalah dia hanya orang biasa di depan saya dalam pertarungan dan saya harus melakukan apa saja untuk menyingkirkannya.

Seberapa percaya diri Anda untuk memaksimalkan gaya pertarungan untuk menang?

Saya harus percaya diri. Saya perlu tahu di mana level dan kapasitas saya. Itu saja untuk bisa percaya diri.

Add as a preferred
source on Google
Bisnis Kedai Kopi di Luar Octagon BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2