Kontroversi 6 Tuan Rumah di Piala Dunia 2030

CNN Indonesia
Kamis, 23 Jul 2026 10:30 WIB
Piala Dunia 2030 digelar di enam negara. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Piala Dunia 2030 akan jadi turnamen Piala Dunia dengan jumlah tuan rumah terbanyak. Ada kontroversi di dalamnya.

Dalam sejarah Piala Dunia, tiap negara berlomba-lomba untuk mengikuti bidding Piala Dunia. Awalnya, hanya satu negara yang biasanya mengajukan bidding sebagai tuan rumah.

Hanya saat Jepang-Korea (2002) dan Kanada-Amerika Serikat-Meksiko (2026) yang jadi momen saat ada satu negara mengajukan proposal bersedia sebagai tuan rumah.

Setelah momen Piala Dunia 2026, tuan rumah bersama kembali jadi tren untuk Piala Dunia 2026. Awalnya, ada dua bidding gabungan yang masuk.

Pertama, gabungan antara Spanyol, Portugal dari UEFA ditambah Maroko dari CAF. Kedua, gabungan empat negara Amerika Selatan (Conmebol) yaitu Uruguay, Argentina, Paraguay, dan Chile. Negara Amerika Selatan itu dalam prosesnya sudah mengusung 'Centenary World Cup' alias peringatan 100 tahun Piala Dunia yang pertama kali digelar pada 2030.

Dalam prosesnya di Oktober 2023, status tuan rumah Piala Dunia 2030 jadi milik Portugal, Spanyol, dan Maroko. Yang jadi kontroversial kemudian adalah Uruguay, Argentina, dan Paraguay juga berstatus tuan rumah sebagai perayaan 100 Tahun Piala Dunia.

Padahal pada 1930, Piala Dunia hanya diselenggarakan di Uruguay. Namun Argentina dan Paraguay juga turut serta dilibatkan dalam perayaan 100 tahun tersebut.

"Dewan FIFA mencapai kesepakatan mutlak bahwa satu-satunya tawaran untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030 adalah tuan rumah gabungan Maroko, Portugal dan Spanyol. Dua benua, Afrika dan Eropa, bersatu bukan hanya untuk perayaan sepak bola tetapi juga untuk menyajikan penggabungan sosial dan budaya. Sebuah pesan yang hebat untuk perdamaian, toleransi, dan inklusi."

"Di 2030, kita akan punya rekam jejak yang unik. Tiga benua, Afrika, Eropa, dan Amerika Selatan, enam negara, Argentina, Maroko, Paraguay, Portugal, Spanyol, dan Uruguay, akan menyambut dan mempersatukan dunia sambil merayakan bersama-sama sebuah permainan indah ini, perayaan 100 tahun dan juga Piala Dunia," tutur Infantino saat itu.

Uruguay, Argentina, dan Paraguay hanya akan menggelar satu laga pembuka pada Piala Dunia 2030. Namun status tuan rumah itu sudah memberikan garansi mereka lolos langsung ke Piala Dunia 2030.

Kontroversi makin bertambah karena Piala Dunia 2030 kemudian memunculkan ide diikuti 64 negara. Ide ini belum disetujui tetapi bisa jadi akan dibahas makin serius dalam 1-2 tahun ke depan sebelum Kualifikasi Piala Dunia dimulai.

[Gambas:Video CNN]

(ptr/nva)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK