Presiden Federasi Norwegia Desak Infantino Akui Blunder Sanksi Balogun

CNN Indonesia
Jumat, 24 Jul 2026 14:03 WIB
Piala Dunia 2026 mencuatkan kontroversi saat kartu merah striker AS, Folarin Balogun ditangguhkan FIFA. (IMAGN IMAGES via Reuters/KIYOSHI MIO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF), Lise Klaveness menyatakan akan meminta dewan pengurus NFF untuk mengajukan pengaduan etik terkait penangguhan sanksi kartu merah pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun di Piala Dunia 2026.

Dilansir dari ESPN, Klaveness dalam wawancaranya dengan The Times mendesak Presiden FIFA, Gianni Infantino untuk mengakui bahwa penangguhan sanksi tersebut merupakan sebuah kesalahan. Hal ini lantaran keputusan diambil karena dipengaruhi oleh faktor eksternal.

Balogun dikartu merah saat AS menyingkirkan Bosnia dan Herzegovina 2-0 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 pada awal Juli lalu. Kartu merah itu didapat Balogun karena ribut dengan bek Bosnia, Tarek Muharemovic, pada menit ke-64. Kondisi itu sejatinya menguntungkan Belgia yang akan jadi lawan AS di babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Tetapi kemudian Balogun mendadak dibolehkan main karena FIFA menangguhkan sanksi pemain AS Monaco tersebut.

"Saat Anda melonggarkan aturan seperti ini, Anda melangkah ke situasi berbahaya yang dapat mengancam kelangsungan permainan secara keseluruhan. Sungguh mengkhawatirkan bagi dunia sepak bola ketika aturan-aturan mendasar permainan dikompromikan," ujar Klaveness.

"Pertama-tama, hal ini seharusnya tidak terjadi. Kini, sangatlah penting penting untuk menjalin komunikasi yang jujur mengenai masalah ini. Kita semua tahu bahwa keputusan ini dipengaruhi oleh pihak luar dan tidak melalui prosedur yang semestinya."

Klaveness pun mendesak Infantino untuk meminta maaf atas blunder yang dilakukan oleh induk organisasi sepak bola dunia tersebut berkaitan dengan kasus Balogun.

"Kita membutuhkan pemimpin FIFA yang berani mengakui bahwa ini adalah sebuah kesalahan."

[Gambas:Video CNN]

(jal/sry)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK