ANALISIS

Tulang Punggung Indonesia itu Bernama Fajar/Fikri

Putra Permata Tegar Idaman | CNN Indonesia
Selasa, 28 Jul 2026 14:51 WIB
Fajar/Fikri unjuk gigi di dua turnamen beruntun di Jepang dan China. (Dok. PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri berhasil merebut dua gelar dalam dua pekan beruntun di Jepang dan China. Tulang punggung Indonesia itu kini bernama Fajar/Fikri.

Dalam rangkaian turnamen Japan Open dan China Open, Fajar/Fikri tampil luar biasa. Di turnamen level Super 750 dan Super 1000 itu, Fajar/Fikri selalu mengakhiri perjalanan mereka dengan gelar juara di tangan.

Catatan keberhasilan Fajar/Fikri makin terasa sempurna karena mereka berhasil mengalahkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae di babak final pada dua turnamen tersebut. Kim/Seo saat ini diakui sebagai ganda putra nomor satu dunia dan mendominasi persaingan di nomor ganda putra pada BWF Tour saat ini.

Karena itulah, kemenangan Fajar/Fikri dalam dua turnamen beruntun berarti besar bagi mereka. Pertama, mereka akhirnya bisa kembali berdiri di podium juara setelah lima kali beruntun masuk final dan hanya jadi runner up.

Catatan lima kali runner up secara beruntun itu yang kemudian seolah meredupkan sinar Fajar/Fikri sejak mereka berpasangan. Padahal, masuk enam final dalam satu tahun sejak berpasangan sudah termasuk pencapaian luar biasa.

Karena itulah, dua gelar beruntun di Jepang dan China juga turut melarutkan keraguan-keraguan yang tersisa pada Fajar/Fikri. Bahwa Fajar/Fikri bukan spesialis runner up, bahwa mereka selalu tampil antiklimaks di laga final. Kini, catatan itu bisa terbantahkan dengan dua kemenangan beruntun di Jepang dan China.

Penampilan di Jepang dan China itu sekaligus menandai 'ulang tahun' Fajar/Fikri sebagai pasangan. Sejak berpasangan, total Fajar/Fikri masuk ke delapan final dengan catatan tiga gelar juara.

Kemenangan ini juga jadi dua kemenangan perdana Fajar/Fikri di tahun 2026. Performa Fajar/Fikri yang dinilai menunjukkan penurunan di tahun 2026 karena hanya sekali masuk final tiba-tiba langsung melesat kembali ke puncak performa.

Fajar/Fikri tampil impresif dalam dua pekan terakhir di Jepang dan China. (Dok. PBSI)

Fajar/Fikri juga menegaskan bahwa mereka adalah tulang punggung Indonesia saat ini. Fajar/Fikri memberikan gelar pertama Indonesia di Super 1000 dan Super 750 lewat kemenangan di China dan Jepang. Keberhasilan Fajar/Fikri membuat Indonesia kini juga punya gelar di level atas, menyelamatkan wajah Indonesia sebagai negara besar di dunia badminton.

Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>

Sejauh Mana Fajar/Fikri Bisa Bertahan?


BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :