Infantino Bela Diri, UEFA Rapat Darurat Bahas Piala Dunia Dijual FIFA
Presiden FIFA Gianni Infantino membuat pernyataan pembelaan atas penolakan keras penawaran menjual saham Piala Dunia ke pihak kedua.
Infantino membagikan video berdurasi lima menit sebagai klarifikasi status FIFA Forward Enterprise (FFE) pada Kamis (30/7). Infantino menekankan ini adalah penawaran dan bukan kewajiban.
"Ini adalah bagian dari proses demokratis, proses konsultasi dan yang terpenting ini adalah sebuah peluang, bukan kewajiban. Seperti yang telah saya katakan, ini memulai proses konsultasi."
"Jika, dan hanya jika, disetujui mayoritas dari 211 Asosiasi Anggota dan Dewan FIFA, maka [FFE] akan menjadi anak perusahaan yang dimiliki dan dikendalikan oleh FIFA," kata Infantino.
FFE, kata Infantnino, tugasnya adalah untuk memasarkan dan menyelenggarakan semua kompetisi milik FIFA, melingkupi sponsor, penyiaran, perizinan, dan proyek baru untuk anggota.
Infantino juga menekankan bahwa FFE akan memberikan dampak keuangan yang lebih besar kepada seluruh anggota. Efeknya, yang diuntungkan adalah sepak bola negara anggota.
"Setiap Asosiasi Sepak Bola (FA) akan memiliki opsi untuk mengakses tambahan US$20 juta melalui Program FIFA Fast Forward, sehingga potensi pendanaan mencapai US$40 juta per FA."
"Ini adalah kesempatan emas untuk mendorong pengembangan sepak bola secara global, tetapi kami tegaskan kembali, ini hanya tawaran bukan kewajiban," kata Infantino dilansir dari Marca.
Mengenai proposal yang ditawarkan Infantino, UEFA menyatakan menolak keras. Bahkan UEFA mengancam bakal memboikot Piala Dunia berikutnya jika FIFA memaksakan kehendak.
Untuk membahas proposal FIFA tersebut, UEFA menggelar pertemuan darurat dengan 55 anggotanya pada Kamis (30/7). Dilansir dari ESPN, belum ada 55 anggota UEFA yang angkat bicara.
Sebelumnya, Rabu (29/7), Infantino membuat pernyataan akan menjual saham Piala Dunia kepada FFE. Namun FIFA tetap memiliki saham emas, sehingga tetap bisa mengatur turnamen.
(abs/jal)