Masih Berani Target Juara di Piala AFF 2026?
Singapura bukan lawan ramah, juga tidak patut diremehkan. Berdasar dari tiga laga yang sudah dijalani, Hariss Harun dan kawan-kawan bisa bikin Indonesia kesusahan.
Anak asuh Gavin Lee cukup taktis bermain. Tak ada pesta gol melawan Kamboja atau Timor Leste, tetapi mereka bisa pas menerapkan keinginan. Meraih tiga poin.
Dalam laga melawan Vietnam, Singapura mungkin bisa dibilang beruntung lantaran The Golden Star Warriors gagal melesakkan gol. Akan tetapi keberuntungan tidak semata hadir sendiri. Ada kerja keras yang juga dilakukan Singapura selama 90 menit di Stadion My Dinh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan cuma perkara bermain bertahan yang patut disorot, cara Singapura menyerang menunjukkan efektivitas. Ilhan Fandi, Shawal Anuar, Song Ui Yong, Kyoga Nakamura, Hami Syahin, atau Glenn Kweh tak banyak gocek. Dengan satu dua sentuhan, mereka bisa mengalirkan bola ke area sepertiga akhir lawan.
Kalau dilihat dari sejarah pertemuan, Singapura bukan lawan yang patut dipandang sebelah mata. Negara kecil di Selat Malaka ini punya catatan menghancurkan impian besar negara tetangganya yang sampai sekarang masih tanpa gelar di Piala AFF.
Timnas Indonesia harus sempurna saat menghadapi Singapura. Bertahan, menyerang, transisi, hingga operan pun harus tepat sasaran. Salah sedikit, buyar harapan. Tak ada ruang untuk kesalahan.
Di tengah masa turnamen seperti ini sudah tidak mungkin ada latihan. Yang ada hanya pemulihan kondisi dan bersiap singkat menuju pertandingan selanjutnya.
Tak cuma mengembalikan kekuatan fisik, para pemain juga wajib memiliki ketegaran mental setelah ambruk dipukul KO Vietnam.
Herdman paham situasi yang dihadapi dan tahu pemain-pemain yang dibawanya punya kualitas dan mental yang bagus.
Soal perubahan dalam pertandingan melawan Singapura, entah itu pergantian gaya main atau susunan pemain, bukan mustahil jadi pilihan Herdman. Yang jelas perbaikan dan penyempurnaan mutlak jadi alat angkut menuju target juara di Piala AFF.
Jika tak berani memenuhi target juara Piala AFF 2026, tenang saja masih ada dua tahun lagi dan suporter sudah terbiasa menunggu-nunggu siklus dua tahunan itu sejak 1996 sampai sekarang bertahan hingga 30 tahun.
(ptr)