Angin Topan Tak Halangi Niat Alwi Rebut Prestasi di Kejuaraan Dunia
Semangat tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan bergelora jelang Kejuaraan Dunia BWF 2026. Angin topan pun tak menyurutkan semangatnya dalam upaya merebut prestasi.
Alwi sempat terlambat pulang ke Indonesia setelah mengikuti China Open 2026 dua pekan lalu. Meski sudah gugur sejak Rabu (22/7) atlet 21 tahun itu baru tiba Selasa (28/7) akibat cuaca buruk.
"Saya sudah latihan sejak minggu lalu walaupun sampainya baru hari Selasa karena sempat ada pembatalan penerbangan akibat badai taifun di dekat area Changzhou," kata Alwi di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Selasa (4/8).
"Jadi penerbangannya sempat dibatalkan. Tapi alhamdulillah, sejauh ini persiapannya sangat baik dan saya merasa sangat siap untuk bisa mencapai target di Kejuaraan Dunia nanti," ia menambahkan.
Alwi jadi salah satu wakil Indonesia di Kejuaraan Dunia 2026. Selain dirinya, Jonatan Christie juga turut serta di tunggal putra.
Kembali tampil di Kejuaraan Dunia setelah debut tahun lalu, Alwi kembali bertekad menorehkan medali. Sebab di tunggal putra Indonesia, nama terakhir mampu menapak podium adalah Tommy Sugiarto pada 2014.
"Saya tetap bukan unggulan di Kejuaraan Dunia ini, tetapi bukan berarti tidak ada kemungkinan saya bisa melaju jauh. Yang pasti saya sangat siap untuk bisa tampil maksimal karena ini adalah Kejuaraan Dunia yang sangat bergengsi," ujarnya.
Lebih lanjut, atlet kelahiran Solo itu ingin evaluasi menyeluruh pada performanya berkaca dari turnamen terakhir. Sebab di China Open, peraih medali emas SEA Games 2025 itu gugur di babak pertama.
"Begitulah adanya. Saya harus tetap berjuang untuk minggu berikutnya. Saya merasa bermain dua setengah gim dengan baik di China Open, tetapi saat interval gim ketiga saya sangat tertekan dan banyak keraguan yang muncul. Jadi saya kurang bisa mempersiapkan diri dengan baik di momen itu," katanya.
(ikw/rhr)