Pelatih Persib Kritik Jadwal Piala Presiden, Singgung Serangan Jantung

CNN Indonesia
Rabu, 05 Agu 2026 07:20 WIB
Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic mengkritik keras jadwal pertandingan Piala Presiden 2026. (Arsip Persib)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic mengkritik minimnya waktu istirahat yang diberikan panitia turnamen pramusim Piala Presiden 2026.

Tolic menyebut waktu istirahat yang diberikan tidak sesuai standar FIFA. Hal itu dikarenakan tim-tim yang akan tampil di final dan perebutan tempat ketiga hanya punya waktu istirahat dua hari setelah tampil di babak semifinal.

Persib akan meladeni Persebaya pada laga final di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8). Persib lolos usai mengalahkan Persija 2-1 dan Persebaya menang 1-0 kontra Arema FC.

"Dalam peraturan FIFA ada ketentuan minimal 72 jam istirahat antar pertandingan. Jadi, ini bersifat wajib. Ini adalah aturan yang dibuat untuk melindungi kesehatan fisik dan mental para pemain di seluruh dunia," ucap Tolic dalam sesi konferensi pers setelah pertandingan lawan Persija.

"Jadi sekarang saya tidak hanya berbicara tentang para pemain Persib, saya berbicara tentang Persija, saya berbicara tentang [Persebaya] Surabaya, saya berbicara tentang Arema. Jadi saya berbicara tentang semua pemain karena merekalah yang harus tampil," katanya melanjutkan.

Tolic merasa harus bersuara demi melindungi para pemain yang beraksi di lapangan. Pelatih asal Kroasia itu pun bicara soal risiko besar yang berpotensi terjadi dengan kurangnya waktu istirahat bagi para pemain yang mentas di Piala Presiden 2026.

"Jadi itulah mengapa mereka perlu dilindungi. Saya perlu melindungi para pemain dan saya perlu melindungi kesehatan mereka, karena bayangkan kalau besok seseorang mengatakan dalam pertandingan dua hari ke depan, lalu ada pemain yang terkena serangan jantung, siapa yang akan bertanggung jawab?" ucap Tolic.

"Atau seseorang akan memberi tahu saya 'Oke Igor, Anda adalah pelatih, Anda yang menurunkan pemain itu dan dia meninggal' dan kemudian saya berkata 'Oke, tidak apa-apa.' Siapa yang akan bertanggung jawab?"

[Gambas:Video CNN]

(jal/nva)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK